Sejumlah Koruptor Bebas dari Lapas Sukamiskin, Termasuk Mantan Menteri Agama dan Eks Gubernur Jambi

Kalapas Sukamiskin, Elly Yuzar, mengatakan, ada beberapa mantan pejabat yang bebas bersyarat, seperti mantan hakim MK Patrialis Akbar.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
theresia felisiani/tribunnews.com
Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi, Zumi Zola, membacakan langsung nota pembelaan atau pledoinya dalam sidang lanjutan, Kamis (22/11/2018) siang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Zumi Zola adalah salah satu napi koruptor yang bebas hari ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah narapidana koruptor bebas dari Lapas Sukamiskin Bandung, Selasa (6/9/2022).

Kalapas Sukamiskin, Elly Yuzar, mengatakan, ada beberapa mantan pejabat yang bebas bersyarat, seperti mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, mantan menteri agama Suryadharma Ali, dan mantan gubernur Jambi Zumi Zola.

Selain itu, ada juga sejumlah mantan bupati, seperti Ojang Sohandi (mantan bupati Subang), Irfan Rivano Muchtar (mantan bupati Cianjur), dan Supendi (mantan bupati Indramayu).

Menurut Elly, mereka bebas bersyarat dan masih dikenai wajib lapor hingga masa hukumannya selesai.

"Mereka bebas bersyarat. (Dibebaskan) karena memenuhi hak mereka sesuai undang-undang," ujar Elly saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (6/9/2022).

Total ada 19 napi yang bebas dari Lapas Sukamiskin.

Namun Elly tidak memerinci siapa saja nama-nama napi tersebut.

"Tidak ingat betul, tapi ada Patrialis Akbar, Suryadharma Ali, Zumi Zola, mantan Bupati Subang, Cianjur, sama Indramayu," katanya.

Elly Yuzar memastikan bahwa sejumlah napi koruptor yang bebas hari ini masih dikenai wajib lapor.

Menurutnya, mereka masih menjalani bebas bersyarat dan diwajibkan lapor ke Badan Pemasyarakatan (Bapas) Bandung.

Terkait berapa lama harus menjalani wajib lapornya, Elly mengatakan beragam, tergantung dengan masa tahanan masing-masing napi.

"Setiap orang berbeda-beda. Mereka bebas bersyarat, masih wajib lapor ke Bapas Bandung sampai habis," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved