Berkat Game Online, 17 Anak Putus Sekolah di Garut Kembali Bersekolah, Dapat Support ESI
Sebanyak 17 anak putus sekolah di Garut yang tergabung dalam E-Sport Indonesia (ESI) Garut kini bisa kembali mengenyam pendidikan.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah platform game online kini banyak digandrungi anak-anak muda, tidak sedikit dari mereka mampu meraih prestasi melalui platform tersebut.
Salah satunya di Kabupaten Garut, sejumlah anak muda yang sebelumnya putus sekolah kini kembali bisa sekolah dan meraih cita-cita.
Siapa sangka sebanyak 17 anak putus sekolah di Garut yang tergabung dalam E-Sport Indonesia (ESI) Garut kini bisa kembali mengenyam pendidikan.
Baca juga: Kenal di Game Online, Pria Bawa Kabur dan Rudapaksa Gadis di Bawah Umur Asal Kabupaten Cirebon
Ketua ESI Garut, Widi Nugroho mengatakan pihaknya saat ini tengah berfokus untuk menyekolahkan atlet-atlet E-sport yang putus sekolah.
Hal itu ia lakukan untuk menjamin masa depan anak di masa yang akan datang, lantaran usia atlet E-sport menurutnya terdapat batasan usia.
"Kami tidak hanya fokus kepada bagaimana E-sport dimainkan, tapi kami juga fokus pada edukasi, support bagi mereka yang putus sekolah," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Senin (29/8/2022).
Ia menuturkan dunia game harus memiliki keseimbangan dengan dunia pendidikan sehingga masa depan para atlet tetap tercapai.
Game, menurutnya, bukan untuk menjadi candu bagi para pemainnya, melainkan harus menjadi sesuatu yang bernilai positif.
Baca juga: Daftar Situs dan Game Online yang Diblokir Kominfo, Ada Steam Games, Epic Games sampai DOTA
"17 anak yang saat ini sudah kembali bersekolah, tingkat SMP dan SMA, intinya kita selalu beri motivasi," ucapnya.
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan E-sport harus menjadi platform yang dimainkan dengan profesional.
Memperhatikan pendidikan para pelaku E-sport menurutnya hal yang sangat penting untuk masa depan mereka.
"E-sport bukan untuk jadi candu tapi untuk jadi atlet, kami mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan termasuk memperhatikan masa depannya," ujar Helmi.
Salah satu siswa penerima beasiswa ESI, Chanyu Putra Chaniago (18) mengaku lega setelah berhasil menyelesaikan sekolah.
Ia merupakan salah satu anak yang putus sekolah sejak kelas duduk di bangku SMP, kini dirinya telah berhasil lulus dari bangku SMA.
"Dulu saya putus sekolah kelas dua SMP, alhamdulillah ikut program sekolah gratis di ESI, sekarang sudah lulus SMA," ungkapnya.(*)
Baca juga: Isyana Saravasti Berdandan Jadi Karakter Game Online, Penampilan Barunya Dipuji Penggemar
