Cairan yang Keluar Dari Telinga, Apakah Berbahaya?

Tribunners tahukah Anda, membersihkan telinga dengan cara yang salah, seperti menggunakan kapas atau Cutton Bud terlalu dalam, dapat menyebabkan masal

Penulis: Cipta Permana | Editor: bisnistribunjabar
Istimewa
Santosa Hospital Bandung Central 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tribunners tahukah Anda, membersihkan telinga dengan cara yang salah, seperti menggunakan kapas atau Cutton Bud terlalu dalam, dapat menyebabkan masalah serius.

Hal tersebut ditandai dengan keluarnya cairan dari organ telinga, yang disertai rasa nyeri secara mendadak.

Dokter Spesialis THT pada Santosa Hospital Bandung Central, dr. Lisa Syartika, Sp.THT-KL., M.Kes mengatakan, kondisi keluarnya cairan pada telinga pun dapat diakibatkan adanya radang karena suatu infeksi seperti adanya kuman bakteri atau virus di bagian luar telinga atau dalam telinga. Atau adanya trauma telinga akibat gegar otak pada kasus kecelakaan.

2 Santosa Hospital Bandung Central
dr Lisa Syartika, Sp.THT-KL, M.Kes, Dokter Spesialis THT

"Infeksi dari telinga luar sering disebabkan karena adanya peradangan akibat telinga dikorek-korek. Sedangkan infeksi dari telinga tengah, sering dikarenakan oleh terganggunya saluran eustachian tube, akibat kondisi batuk pilek atau ISPA yang tidak ditangani dengan baik," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (22/8/2022).

Menurutnya, kondisi keluarnya cairan dari telinga dapat menjadi bahaya, terutama jika kondisi tersebut terus terjadi tanpa segera diobati, karena hal tersebut dapat menimbulkan adanya komplikasi.

Bahkan, keluarnya cairan dari dalam telinga pun dapat menyebab-kan gangguan keseimbangan. Karena salah satu fungsi telinga adalah alat keseimbangan manusia.

"Keluarnya cairan telinga jika tidak diobati maka akan timbul komplikasi, baik intratemporal seperti OMSK (Otistis Media Supuratif Kronik) ataupun komplikasi ke otak (intrakranial), seperti misalnya abses otak dan meningitis," ucapnya.

3. LOGO BARU SANTOSA
SANTOSA HOSPITAL

Bahkan, jika infeksi tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi intra temporal berupa Otistis Media atau radang telinga. Otistis Media dapat dibedakan menjadi seperti Otistis Media Akut (OMA) atau radang telinga tengah akut, yaitu infeksi pada telinga selama kurang dari dua minggu.

Otistis Media Supuratif Kronik (OMSK), yaitu adalah infeksi kronik pada telinga yang ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga selama lebih dari dua bulan, terus menerus atau hilang timbul.

Serta Otistis Media Efusi (OME) atau radang pada telinga tengah yang menyebabkan cairan mengumpul di telinga tengah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved