Kecelakaan Maut di Ciamis

Kecelakaan Maut di Ciamis, Ini Dugaan Sementara Penyebab Mobil Pikap Masuk ke Jurang

Menurut Kapolres Ciamis, tim gabungan sudah mengecek atau memeriksa secara menyeluruh kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan maut itu

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kondisi mobil yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Cikijing-Sukamantri-Panjalu Blok Werkit RT 51 RW 16 Desa Cibeureum, Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Senin (8/8/2022) pagi. Delapan orang meninggal dunia. 

Kondisi kelebihan muatan tersebut terakumulasi dengan kondisi jalan yang menurun dari arah Cikijing menuju Sukamantri.

“Kelebihan muatan terakumulasi dengan kontur jalan yang menurun, menyebabkan sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik,” kata Kapolres Ciamis itu.

Akibat muatan berlebihan, mobil pikap itu akan terdorong lebih kencang saat melintasi jalan yang menurun dan membuat sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik.

Diberitakan sebelumnya, saat terjadi kecelakaan maut di Ciamis itu, mobil bak terbuka E 8393 VJ membawa penumpang. Rombongan keluarga dari Desa Burujul Wetan, Jatiwangi, Majalengka, yang akan menghadiri syukuran sunatan di Dusun Rumah Lega, Desa Kertamandala, Panjalu.

Mobil bak terbuka yang seharusnya membawa barang tersebut, malah digunakan untuk mengangkut penumpang.

Waktu kejadian, jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 17 orang. Di antaranya 13 orang berada di bak (pick up) belakang yang ditutup terpal dan kerangka kayu. Di kabin depan, terdapat 4 orang penumpang termasuk sopir.

Dikemudikan Epeng (50), mobil pikap tersebut masuk ke jurang di belokan “Warung Mbah Godek”  hingga kedalaman 10 meter. 

Tujuh penumpang meninggal dunia di lokasi sedangkan 1 penumpang lagi meninggal setelah dirujuk ke RSUD Ciamis. Ke-8 korban yang meninggal tersebut adalah penumpang yang berada di bak belakang.

Baca juga: 5 Korban Meninggal Kecelakaan Maut Tikungan Mbah Godek Dimakamkan Berdampingan, Mereka 1 Keluarga

Empat penumpang (termasuk sopir) yang berada di kabin depan, semuanya selamat, tapi mengalami luka parah termasuk sopir, E (50).

Dari tujuh korban yang sempat dirawat di RSUD Ciamis kita hanya tinggal E. Korban lainnya sudah dipindahrawatkan ke RS Majalengka  termasuk bayi A (1).

E tetap dirawat di RSUD Ciamis untuk kepentingan penyelidikan dan tak diizinkan pindah perawatan ke RS Majalengka.

Ia mengalami cidera kepala ringan, patah tulang lengan atas. Dari seluruh korban, evakuasi terhadap E paling lama dan paling dramatis.

Warga dan petugas butuh tiga jam untuk mengevakuasi E yang berlumuran darah, terjepit setir dan kabin depan yang ringksek.

Posisi E paling bawah, katena saat nyangsang di rumpun bambu (dapuran awi), mobil dalam kondisi “nungging”, bagian belakang di atas dan kabin depan paling bawah menghantan rumpun bambu.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved