Jembatan Apung Tersandung Izin Warga, Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Sindangjaya Belum Tandatangan

Pembangunan jembatan apung terpanjang di Genangan Cirata, Cianjur menemukan 'batu sandungan' dari warga, Kamis (11/8/2022) yang menolak menandatangani

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Kondisi jembatan apung terpanjang di Indonesia, Selasa (9/8/2022). Pembangunan jembatan apung terpanjang di Genangan Cirata, Cianjur menemukan 'batu sandungan' dari warga, Kamis (11/8/2022) yang menolak menandatangani. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pembangunan jembatan apung terpanjang di Genangan Cirata, Kabupaten Cianjur  mulai menemukan 'batu sandungan' dari warga, Kamis (11/8/2022).

Mereka tak menolak investasi, namun keberatan membubuhkan tandatangan izin lingkungan karena merasa tak diikutsertakan sejak awal.

Hal tersebut terjadi saat Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Ketua Karang Taruna Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, tak mau menandatangani izin lingkungan sebagai syarat yang dibawa oleh pihak RW.

Tandatangan tersebut, diperlukan sebagai syarat untuk mendapat rekomendasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur.

Alasan Pokdarwis dan Karang Taruna tak mau membubuhkan tandatangan karena belum ada kejelasan koordinasi dan kerjasama ke depan sejak pertama pembangunan jembatan apung tersebut dilakukan.

Alhasil warga lainnya juga enggan diminta tandatangan karena dua tokoh di kawasan Desa Calingcing, Ciranjang tersebut menolak memberikan tandatangan.

Baca juga: Jembatan Apung Terpanjang di Cianjur Hampir Rampung, Banyak Warga Penasaran Ingin Lihat dari Dekat

Ketua Pokdarwis Desa Sindangjaya Unang Abdurahman, mengatakan intinya warga tak menolak investasi, bahkan menyambut baik karena selama ini warga punya program namun anggaran tak ada.

"Kami ingin bertemu dengan pengembang, karena kami orang sini asli dan tentunya proyek ini juga akan memberikan dampak untuk warga kami," ujar Unang, ditemui di Dermaga Calingcing, Kamis (11/8/2022).

Unang berharap pihak pengembang segera menemui tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa Sindangjaya agar ke depan bisa bersinergi lebih baik lagi.

Sekretaris Pokdarwis Desa Sindangjaya, Ari Kurniawan, mengatakan warga juga belum menerima laporan ada kajian dari ahli terkait pembangunan jembatan apung terpanjang tersebut.

Ketua Karang Taruna Desa Sindangjaya, Endin, yang akrab disapa Babeh Endun, mengatakan beberapa kali nama karang taruna disebut namun hingga saat ini kontribusi untuk karang taruna belum ada.

"Segera datang ke kami untuk koordinasi dan konfirmasi penggunaan nama karang taruna dalam pembangunan jembatan apung tersebut," katanya.

Baca juga: Viral Jembatan Apung Terpanjang di Indonesia Dibangun di Cianjur, untuk Warga dan Kendaraan Roda Dua

Seperti diketahui bahwa pembangunan jembatan apung terpanjang di Genangan Cirata sepanjang 1,2 kilometer ini bermula dari Dermaga Calingcing Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang.

Saat ini pembangunan jembatan tersebut hampir rampung dan akan mencapai garis finish sekitar 300 meter lagi di kawasan Pinus Jagabaya, Desa Cikidangbayang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved