Breaking News:

Sidang Doni Salmanan

Jaksa Ungkap Trik Doni Salmanan Gaet Ratusan Korban Quotex, Kerugiannya Rp 24 Miliar Lebih

Ini trik Doni Salmanan untuk menggaet ratusan korban aplikasi Quotex. Para korban mengalami kerugian hingga Rp 24 miliar.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Lutfi AM
Doni Salmanan saat mendengarkan dakwaan jaksa di sidang pertama kasus Quotex, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Doni Muhamad Taufik atau Doni Salmanan, yang kini menjadi terdakwa kasus binari option Quotex, didakwa merugikan korban hingga Rp 24.366.695.782, oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis (4/8/2022) pada sidang pertamanya.

Menurut jaksa terdapat sebanyak 142 orang yang menjadi korban kasus penipuan berkedok investasi melalui aplikasi Quotex, korban mengalami kerugian mulai jutaan hingga miliaran rupiah. Totalnya para korban merugi hingga Rp 24 miliar lebih.

"Akibat adanya berita bohong dan menyesatkan dari terdakwa tersebut, masyarakat yang tertarik menjadi konsumen untuk menggunakan jasa layanan Quotex," kata jaksa penuntut umum yang diketuai Romlah.

Menurut jaksa, korban kemudian mendepositkan dananya melalui payment gateway yang disediakan oleh quotex.

"Pada akhirnya seluruh konsumen atau trader, mengalami kekalahan atau kerugian, meskipun telah mengikuti cara yang ditunjukkan oleh terdakwa," katanya.

Jaksa memaparkan, Doni Salmanan mengajak para korban melalui sejumlah video yang diunggah di akun YouTube dengan nama King Salmanan.

Menurut Jaksa, dari unggahan YouTube itu, mencantumkan tautan agar para korban bisa mengikuti atau mendaftar untuk melakukan investasi di aplikasi Quotex

Tujuan Doni membuat konten video itu untuk menaikan pengikut di YouTube dan agar masyarakat merasa tertarik untuk mendaftar Quotex

Memang dari konten Youtube yang dibuat Doni Salmanan, banyak mengajak untuk tranding dan memamerkan tranding dengan waktu sebentar, tapi bisa mendapat keuntungan besar. 

Selain itu dalam kontennya juga kerap memamerkan kekayaannya, sehingga masyarakat tergiur, untuk mengikuti apa yang dikatakannya dalam konten tersebut.

Selain itu ia juga membuat grup di aplikasi Telegram.

"Di dalam grup Telegram dengan nama GROUP VIP KING SALMANAN, dan GROUP CHAT VIP KING SALMANAN, serta GROUP SIGNAL QUOTEX KINGSALMANAN, terdakwa gencar mengirimkan link konten-konten Youtube agar para membernya ikut bermain bersama terdakwa," kata jaksa.

Menurut jaksa, sehingga para member mau menyerahkan sejumlah uangnya dengan top up deposit ke akun Quotex sesuai arahan dari terdakwa. 

"Setelah uang para member telah didepositkan, kemudian para member mengikuti cara-cara bermain seperti yang diajarkan oleh terdakwa di grup. Namun ketika mencoba bermain beberapa kali, seluruh member tetap gagal dan lost sehingga mengalami kerugian," katanya.

Doni Salmanan didakwa Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana dakwaan kesatu.

Baca juga: Korban Doni Salmanan Pasang Sejumlah Spanduk di Samping PN Bale Bandung, Hidup Kami Hancur

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved