Breaking News:

Potensi Gempa Megathrust hingga Tsunami di Pangandaran, Ketua Tagana: Tak Perlu Terlalu Khawatir

Potensi gempa megathrust di Pangandaran bukan kali pertama menjadi perbincangan. Masyarakat diminta waspada

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Padna
Wisatawan menikmati liburannya di Pantai Pangandaran, Minggu (31/10/2021) - Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, potensi gempa megathrust bukan kali pertama menjadi perbincangan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, potensi gempa megathrust di Pangandaran bukan kali pertama menjadi perbincangan.

Sesuai informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang prediksi itu ada.

Dan dari dulu, beberapa tahun yang lalu sudah disosialisasikan termasuk kepada pihak-pihak terkait.

"Nah, ini bukan berarti menjadi sesuatu kekhawatiran yang berlebihan. Jadi memang diharapkan semuanya mewaspadai prediksi. Artinya, memang itu bukan tanpa dasar. Jadi memang, potensinya ada," ujar Nana kepada Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Sabtu (30/7/2022) malam.

Baca juga: Sempat Ada Isu Gempa Megathrust, Ini Titik-titik di Pangandaran yang Rawan Bencana Alam Tsunami

Berkaitan hal tersebut, kata Ia, semua yang kaitannya dengan peningkatan kewaspadaan itu harus bergerak.

Termasuk, BPBD, masyarakat, ataupun kelompok masyarakat harus waspada

"Tapi, tidak berarti harus khawatir berlebihan. Karena, itu hanya potensi bukan prediksi akan terjadi gempa dengan kekuatan besar. Tapi memang, potensinya ada dan itu bisa terjadi bisa juga enggak," katanya.

"Nah, antisipasi kita sebetulnya dari dulu sudah berusaha meningkatkan kewaspadaan dengan program-program mitigasi."

Salah satunya adalah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di pesisir pantai agar meningkatkan kewaspadaan.

"Jadi, mereka harus tahu apa yang dilakukan ketika terjadi ancaman bencana. Jadi, jalur evakuasinya harus dibuat, peta rawan bencananya dibuat sehingga masyarakat tidak bingung ketika akan melakukan evakuasi kemana, itu sudah ditentukan," ucap Nana.

Kemudian, program mitigasi bencana lainnya, yaitu salah satu yang sudah dilakukan dengan penanaman pohon mangrove.

Dan itu, salah satu untuk menimalisir dampak jika terjadi ancaman tsunami. Kemudian menyiapkan masyarakat yang memang siaga terhadap bencana.

Baca juga: Potensi Gempa 8,7 di Sukabumi dan Tsunami, Ini Kata BMKG, Ingatkan Ancaman Megathrust Selat Sunda

"Tapi, ya masyarakat tidak harus khawatir berlebihan lah, menyikapi hal tersebut tidak dengan meningkatnya kekhawatiran," ucapnya.

Menurut Nana, sebenarnya bukan hanya meghatrust yang menjadi kekhawatiran di pantai.

"Tetapi, di kawasan pegunungan juga sama ada potensi gempa besar. Seperti, sesar lembang, itu sama bahayanya. Jadi, memang tidak hanya masyarakat pesisir. Karena, memang secara letak geografis, wilayah kita memang rawan gempa," ujarnya.

Meskipun demikian, intinya masyarakat tidak perlu khawatir karena meskipun terjadi tsunami tapi ada jeda waktu.

Dan jeda waktu itu, waktu-waktu yang bisa memungkinkan untuk melakukan penyelamatan.

"Termasuk di Pangandaran, itu jalur evakuasi dibuat, titik kumpul dibuat, kemudian respon masyarakat terus dilatih dan itu salah satunya untuk melakukan mitigasi agar dampaknya ketika potensi ancaman itu bisa diminimalisir," kata Nana.

Baca juga: Isu Megathrust jadi Fokus BPBD Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Mitigasi Bencana

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved