Breaking News:

Gempa Bumi

Sempat Ada Isu Gempa Megathrust, Ini Titik-titik di Pangandaran yang Rawan Bencana Alam Tsunami

BPBD Kabupaten Pangandaran menyebut wilayah di Pangandaran banyak titik yang sangat rawan terjadi bencana alam tsunami.

Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Situasi terkini objek wisata pantai barat Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (23/5/2021). Pantai barat Pangandaran termasuk salah satu titik yang rawan terjadinya tsunami. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menyebut wilayah di Pangandaran banyak titik yang sangat rawan terjadi bencana alam tsunami.

"Menurut survei ITB bekerja sama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika pada bulan Oktober tahun 2020 ada isu megatrhust," ujar Adang Ismail, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pangandaran, saat ditemui Tribunjabar.id di satu hotel di Pangandaran sewaktu sosialisasi bencana bersama Jamtani, Kamis (3/6/2021).

"Kemudian kami bekerja sama dengan pihak ITB untuk melakukan penelitian, ternyata yang paling banyak itu di Pangandaran," katanya.

Baca juga: Hari Ini Gempa Bumi Guncang 4 Wilayah, Sebaiknya Bangunlah Rumah Tahan Gempa, Ini Panduannya

Pangandaran bagian pantai barat itu, kata Adang, yakni 80 kilometer dari permukaan atau bibir pantai.

Kemudian setelah pantai barat, selanjutnya wilayah Parigi, Bojongsalawe (Bojes), Batu Karas Cijulang, dan Pantai Madasari hingga Kesik Luhur Kertaraharja.

"Semua lokasi tersebut merupakan daerah pantai dan paling rawan terjadi tsunami. Alasannya, karena berada di daerah lepas, apalagi pantai barat," katanya.

Karena itu, kata Adang, pihaknya beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk petani, pemilik hotel, restoran, dan pelaku usaha wisata.

"Seperti dari 350 pemilik hotel itu, semua kami lakukan sosialisasi untuk antisipasi dan selalu siap siaga."

"Karena menurut penelitian, Pangandaran itu paling rawan di pantai selatan dari mulai Pacitan," kata Adang.

Karena itu, kata dia, khusus setiap tanggal 26, pihaknya melakukan sosialisasi sekaligus simulasi untuk kebencanaan terutama di daerah-daerah pantai.

Ini sesuai amanat dari BPBN pusat, dan gayung bersambut Bupati Pangandaran juga sudah mencanangkan hal tersebut.

Seperti yang dilakukan tanggal 26 Mei kemarin, sosialisasi dan simulasi dilakukan di pantai barat dan timur.

"Memang, sepanjang 91 kilometer pantai itu semuanya rawan. Namun yang paling rawan itu pantai barat, Bojong salawe, Batu Karas dan Madasari."

"Kalau seperti pantai Karapyak itu masih terhalang Nusakambangan, dan Pananjung. Jadi, agak terhalang lah," kata Adang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved