Banjir di Garut
Jembatan Hanyut Diterjang Banjir, Siswa di Garut ke Sekolah pakai Perahu
Leudira (8), mengaku senang bisa tetap belajar pada hari pertama sekolah setelah awalnya sempat bingung karena jembatan putus.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Puluhan siswa dan orang tua siswa di Kampung Pananggungan, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, bersyukur bisa mencapai sekolah di hari pertamanya, Senin (18/72022).
Para korban banjir ini awalnya tak akan bersekolah karena jembatan putus, Jumat (15/7/2022). Padahal itu adalah penghubung permukiman dengan sekolah mereka.
Odas (38), satu orang tua siswa, mengatakan sempat berpikir untuk tidak mengantar anaknya pada hari pertama setelah liburan akhir semester dan memindahkan anaknya ke sekolah lain.
"Soalnya bingung jembatan hanyut, kalau nyari jalan lain bisa lama banget untuk bisa sampai ke sekolah," ujarnya kepada wartawan, Senin (18/7/2022).
Ia pun mendapat informasi bahwa TNI, Polri, BPBD, dan FAJI, menyiapkan perahu karet untuk menyeberangkan siswa dan orang tua siswa agar bisa sekolah di hari pertama.
Ia pun bersama sejumlah orang tua dan puluhan siswa bisa datang ke sekolah pada hari pertama sekolah.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, Murid-murid Ini Harus Pulang Lagi, Bangunan Sekolahnya Kebanjiran
"Kami sangat bersyukur, jadinya bisa tetap sekolah. Anak-anak memang sudah kangen untuk kembali belajar tatap muka setelah liburan kemarin selama beberapa minggu," katanya.
Satu siswa, Leudira (8), mengaku senang bisa tetap belajar pada hari pertama sekolah setelah awalnya sempat bingung karena jembatan putus.
"Terus kemarin kata mamah katanya masih bisa tetap sekolah karena mau diantar jemput menggunakan perahu karet saat menyebrangi sungai," katanya.
Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan polisi bersama TNI menyiapkan sejumlah perahu karet untuk membantu menyeberangkan para siswa dan orang tua.
Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi terputusnya jembatan penghubung antara Kecamatan Karangpawitan dan Banyuresmi.
"Kami dari Polri menyiapkan perahu karet dari Satpolair, ada juga dari BPBD dan FAJI karena banyak anak dari Karangpawitan yang sekolah di Banyuresmi. Tujuan kami sederhana, bagaimana caranya agar para siswa tetap sekolah di hari pertama mereka," kata Wirdhanto.
Baca juga: 300 Siswa Terdampak Banjir Sungai Cimanuk, ke Sekolah Tak Usah Pakai Seragam, Dapat Bantuan Sekolah
Dari data yang diterimanya, ucap Wirdhanto, jumlah siswa yang terhambat sekolah karena jembatan putus mencapai 70 orang.
"Dengan melihat kondisi ini, pa Dandim Garut akan menyiapkan jembatan bailey, koordinasi dengan Zipur," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Petugas-menyeberangkan-puluhan-siswa-dan-orang-tua-siswa-di-Kampung-Pananggungan.jpg)