Banjir Garut

300 Siswa Terdampak Banjir Sungai Cimanuk, ke Sekolah Tak Usah Pakai Seragam, Dapat Bantuan Sekolah

Kadisdik Garut menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk membolehkan siswa yang terdampak banjir tetap sekolah walaupun tidak memakai seragam

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Plh Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, meninjau lokasi bencana banjir di Kabupaten Garut, Minggu (17/7/2022). Kadisdik Garut menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk membolehkan siswa yang terdampak banjir tetap sekolah walaupun tidak memakai seragam 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banjir yang menerjang Kabupaten Garut juga mendampaki ratusan siswa, tak hanya membuat mereka kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu, mereka pun kehilangan seragam dan perlengkapan sekolahnya karena rusak atau hilang akibat banjir pada Jumat (15/7) tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, mengatakan ia pun secara khusus telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk membolehkan siswa yang terdampak banjir tetap sekolah walaupun tidak memakai seragam saat ikuti sekolah yang mulai dilaksanakan Senin (18/7).

“Data sementara yang sudah masuk, ada 300 siswa yang terdampak parah. Maksud terdampak parah ini adalah bajunya habis, tempat tinggalnya tidak ada atau terendam,” kata Ade di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (17/7).

Ade menyebut bahwa dengan data tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sudah mengambil langkah untuk membagikan perlengkapan sekolah, mulai seragam sekolah, sepatu, tas, hingga buku, mengingat Senin ini adalah hari pertama sekolah setelah libur akhir tahun.

Namun ia mengaku bahwa belum seluruh siswa mendapatkan bantuan tersebut.

“Intinya walau tidak berseragam, anak harus masuk ke sekolah, anak yang terdampak banjir boleh tidak pakai seragam dulu,” katanya.

Baca juga: Pemkab Garut siapkan Uang Kerahiman untuk Korban Banjir dan Luapan Sungai Cimanuk dan Cipeujeuh

Ade mengatakan, seluruh sekolah yang terdampak banjir sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah.

Meski sempat ada tiga sekolah yang sempat terendam banjir di Kecamatan Banyuresmi dan Cikajang.

“Di Banyuresmi ada dua sekolah yang terendam, yaitu SDN Sukaratu 1 dan SMPN 2 Banyuresmi. Sedangkan di Kecamatan Cikajang adalah SDIT Al-Ittihad. Sekolah-sekolah itu sempat dimasuki air karena rata-rata bentengnya jebol. Rata-rata ketinggian air mencapai dua meter,” kata Ade. (*)
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved