Pantas Mahal, Harga Cabai di Tingkat Petani Juga Naik Dua Kali Lipat, untuk Tutup Biaya Produksi

Harga cabai menjulang tinggi bukan hanya di tataran pedagang. Harga cabai kini tinggi sejak di tingkat petani. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Yayah Wariyah (50) petani asal Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menunjukkan cabai yang dipanennya, Minggu (3/7/2022).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Harga cabai menjulang tinggi bukan hanya di tataran pedagang. Harga cabai kini tinggi sejak di tingkat petani. 

"Enggak tahu kenapa, ya mungkin keputusan dari pusatnya naik. Ditambah di kami saja banyak gagal panen," kata Yayah Wariyah (50) petani asal Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (3/7/2022). 

Yayah mengatakan, harga cabai di tingkat petani semula Rp 30 ribu atau Rp 35 ribu per kilogram. 

Kini, harganya menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Harga dasar ini yang membuat harga jual di pasaran tinggi. 

Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Petani harus menutup ongkos produksi karena banyak kebun yang gagal panen. 

"Dikatakan gagal panen, ya. Banyak cabai rusak akibat cuaca, entah akibat kondisi tanah, kami juga tak tahu," kata Yayah. 

Terutama ada penyakit yang menyerang buah cabai yang petani sulit mengatasinya. 

Baca juga: Kisah Inspiratif dari Karawang, Brigadir Fauzi Buktikan Diri di Tengah Cemoohan, Punya Anak Binaan

Penyakit itu menyerang bagian tengah buah cabai yang mula-mula seperti membusuk. Bagian tengah yang membusuk itu tidak menyebar ke ujung atau ke pangkal. 

Bagian yang busuk terfokus di satu titik lalu mengerut seperti mengering. 

"Belum ada obatnya. Susah obat yang diberikan ke tanaman serba salah, tidak berpengaruh," kata Yayah. 

Baca juga: Vaksinasi Booster Hewan Ternak di KBB Disiapkan Setelah Jabar Berstatus Keadaan Darurat PMK

Dia berharap pemerintah menganalisis secara serius penyakit itu dan memberikan solusi kepada petani. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah datang ke Sukawangi untuk melihat cabai-cabai yang dipanen, Sabtu (2/7/2022). dia mengatakan, secara umum di Indonesia cabai tidak mencapai puncak panen. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved