Kisah Inspiratif dari Karawang, Brigadir Fauzi Buktikan Diri di Tengah Cemoohan, Punya Anak Binaan

Kisah inspiratif datang dari anggota Satuan Binmas Polres Karawang, Jawa Barat, Brigadir Fauzi Ridlwan (31).

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Brigadir Fauzi Ridlwan di tengah-tengah anak asuhnya saat mengajari mereka mengaji. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Kisah inspiratif datang dari anggota Satuan Binmas Polres Karawang, Jawa Barat, Brigadir Fauzi Ridlwan (31).

Dia memiliki anak binaan sebanyak 15 anak yatim piatu.

Sepulang bertugas, Fauzi selalu menyempatkan diri untuk mengajar ngaji bagi belasan anak yatim piatu di Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, setiap malam.

"Terkadang saya sisihkan juga untuk membantu biaya sekolah mereka. Tentunya mereka harus ikut mengaji, tidak boleh mereka melepas ibadahnya, " kata Fauzi kepada Tribun Jabar, Minggu (3/7/2022).

Fauzi memang dikenal sebagai polisi yang pandai membaca Al-Qur'an.

Dia mengatakan, informasi masuk polisi pun dia terima saat menuntut ilmu di Pondok Pesantren AL Quran Al Furqon di Kampung Kawali, Desa Duren, Kecamatan Klari, pimpinan KH Q Ahmad Fauzi Ridlwan.

Saat itu Fauzi masih menjadi santri. 

Baca juga: Warga Cianjur Jadi Korban, Gerbang Perumahan Ditembok, Padahal Urusannya dengan Pengembang

Kemudian, ia mendapatkan informasi dari bhabinkamtibmas yang datang ke pondok pesantren. Kemudian ia pun dipilih oleh gurunya tersebut.

Awalnya dari informasi dari bhabinkamtibmas itu Polri tengah membutuhkan polisi yang bisa ceramah di polres.

"Kebetulan ketika saya daftar ke polres, banyak yang tahu mengenai potensi saya. Saya suka azan, mengajar ngaji. Lalu para PJU polres tertarik dan meminta saya untuk segera daftar menjadi polisi. Itu sekitar tahun 2009," katanya.

Dari keahlian membaca Al-Qur'an, Fauzi pun mendapatkan berkah bahkan hingga pergi haji atas prestasinya tersebut.

Saat itu ia tampil menjadi qari di hadapan Kapolri Tito Karnavian. Ia sebagai perwakilan dari Polda Jawa Barat setelah berhasil memenangkan lomba MTQ tingkat Polda Jabar.

Awalnya, Fauzi hanya bercita-cita menjadi seorang amil. Ia hanya ingin bisa membantu mengafani dan memandikan jenazah.

Baca juga: Tiga Hari Terakhir, Harga Bawang Merah Naik Nyaris Dua Kali Lipat, Setara Harga 2 Kg Daging Ayam

Ibunya berjualan gado-gado, sedangkan ayahnya hanya buruh pembuat kursi sekolah. Sejak kecil, untuk membantu uang jajan, ia berjualan cilok di sekolah.

Fauzi mengaku, saat masa tes menjadi polis, orang tuanya mengaku minder karena kalau menjadi polisi perlu biaya yang mahal.

Namun Fauzi terus meyakinkan orang tuanya, kalau ia akan berusaha keras. Memang ketika tes kepolisian, hanya membawa bekal Rp 20 ribu untuk pergi ke Polwil Purwakarta. 

Cemoohan juga datang dari tetangganya yang menganggap bahwa ekonomi keluarga Fauzi tidak bakal membawanya lolos dalam tes kepolisian.

"Mungkin karena ekonomi, lalu saya juga cuma lulusan aliyah. Saya yakin kalau kita ikhtiar dan terus berdoa, semuanya insyaallah bisa terwujud," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved