Kejahatan Asuransi Jiwa Dilakukan Secara Sistematis
AAJI mencatat jumlah tertanggung atau peserta asuransi jiwa di Indonesia sepanjang kuartal I 2022 mencapai 75,45 juta orang
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
Secara rinci, untuk banking asset to GDP Indonesia sebesar 59,5 persen, capital market capitalization to GDP sebesar 45,1 persen, insurance aset to GDP sebesar 5,8 persen dan pension fund to GDP sebesar 6,9 persen.
Hal itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yakni banking asset to GDP sebesar 206 persen, capital market capitalization to GDP sebesar 121,4 persen, insurance aset to GDP sebesar 20,3 persen dan pension fund to GDP sebesar 59,9 persen.
Sedangkan banking asset to GDP Fillipina sebesar 100,6 persen, capital market capitalization to GDP sebesar 88,6 persen, insurance aset to GDP sebesar 8,5 persen dan pension fund to GDP sebesar 3,5 persen.
Kemudian jika dilihat secara rinci pada densitas industri asuransi jiwa di Indonesia per tahun meliputi 59 dolar AS pada 2016, 73 dolar AS pada 2017, 58 dolar AS pada 2018, 58 dolar AS pada 2019 dan 54 dolar AS pada 2020.
Densitas itu rendah dibanding Malaysia yang sebesar 298 dolar AS pada 2016, 339 dolar AS pada 2017, 361 dolar AS pada 2018, 380 dolar AS pada 2019 dan 415 dolar AS pada 2020.
Selanjutnya, jika dilihat melalui tingkat penetrasi industri asuransi jiwa di Indonesia secara rinci meliputi 1,3 persen terhadap PDB pada 2016, 1,4 persen PDB 2017, 1,3 persen PDB 2018, 1,2 persen PDB 2019 dan 1,2 persen PDB 2020.
Tingkat penetrasi itu rendah dibandingkan Malaysia yang 3,2 persen terhadap PDB 2016, 3,3 persen PDB 2017, 3,3 persen PDB 2018, 3,4 persen PDB 2019 dan 4 persen PDB 2020.
AAJI mencatat jumlah tertanggung atau peserta asuransi jiwa di Indonesia sepanjang kuartal I 2022 mencapai 75,45 juta orang. Jumlah ini tumbuh 18,1 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Wiroyo mengatakan 75,45 juta peserta asuransi jiwa tersebut, mencakup 20,87 juta polis dengan uang pertanggungan lebih dari Rp 4.245 triliun.
Polis perorangan juga meningkat lebih dari 3 juta dan angka ini mampu mendorong pertumbuhan total polis industri asuransi jiwa sebanyak 17,4 persen (yoy).
Total tertanggung pun meningkat sekitar 11,6 juta orang dengan 8,6 juta orang di antaranya berasal dari tertanggung kumpulan dan sisanya berasal dari tertanggung perseorangan.
Sampai saat ini, kata dia, sebanyak 5,32 juta orang telah menerima manfaat pembayaran klaim asuransi sepanjang kuartal I 2022. Rinciannya 3,06 juta orang atas klaim asuransi kesehatan, 619.000 orang atas klaim nilai tebus atau surrender, 357.000 orang atas klaim akhir kontrak, 231.000 orang atas klaim partial withdrawal dan 822.000 orang atas klaim lain-lain.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/aaji.jpg)