Di Peternakan di Cianjur Ini, Pembeli Sapi Hanya Sampai Pos, Beli Ternak Lewat Video untuk Cegah PMK
Pembeli di peternakan SHL ini hanya sampai pos penjagaan dan diarahkan secara video call dan online untuk memilih sapi yang akan dibeli.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Cianjur telah berdampak kepada penjualan ternak sapi di Peternakan Sukamulya Hijau Lestari (SHL) Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur.
Pembeli di peternakan SHL ini hanya sampai pos penjagaan dan diarahkan secara video call dan online untuk memilih sapi yang akan dibeli.
Protokol kesehatan juga diperketat dengan menyemprotkan disinfektan kepada setiap kendaraan yang masuk termasuk kendaraan pembawa pakan rumput.
Baca juga: BI Khawatir PMK Picu Inflasi di Kota Cirebon, Harga Daging Bisa Naik Tajam
H Asep Mamat Rahmat selaku pengelola di Sukamulya Hijau Lestari mengatakan, protokol ketat tersebut sudah diterapkan sekitar satu bulan sejak wabah PMK merebak.
Ia bersyukur dengan protokol ketat tersebut sekitar 600 lebih ternak sapi tak ada yang terjangkit wabah PMK.
"Jumlahnya sekitar 630 namun sebagian sudah ada yang beli," katanya.
Asep mengatakan, semua protokol yang disarankan oleh Dinas Peternakan ia jalankan di antaranya dengan disinfeksi ternak termasuk kandang ternaknya.
"Kalau dulu pembeli bisa melihat langsung ke kandang, sekarang hanya sampai pos saja, kami lakukan video call dan memilih ternak dari pos," ujar Asep.
Asep mengatakan, dengan adanya wabah PMK ini secara tidak langsung berdampak kepada penurunan jumlah pembeli.
"Ada dampaknya, biasanya dua pekan menjelang Iduladha itu pembeli sudah ramai," katanya.
Baca juga: Cegah PMK Semakin Menyebar, DKPPP Kota Cirebon Bentuk Tim Khusus di Tiap Kecamatan