Mengenal Perbedaan Bius Total dan Bius Spinal

Sobat Tribunners, seringkali sebelum melakukan penanganan operasi, kita akan menjalani tindakan anastesi atau pembiusan, guna menghilangkan rasa sakit

Mengenal Perbedaan Bius Total dan Bius Spinal 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sobat Tribunners, seringkali sebelum melakukan penanganan operasi, kita akan menjalani tindakan anastesi atau pembiusan, guna menghilangkan rasa sakit selama prosedur pembedahan dan berbagai prosedur medis lainnya.

Terdapat dua jenis anastesi yang umumnya diberikan, yaitu anastesi spinal dan anastesi umum atau bius total. Lalu apakah perbedaan dari kedua jenis ini dan apa sih manfaat dan dampaknya.

Dokter Spesialis Anastesi Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Irwan Setiadi, Sp. An menjelaskan, anestesi umum adalah prosedur pemberian obat pembiusan melalui pembuluh darah, dan gas bius melalui saluran pernafasan dengan tujuan menghilangkan rasa sakit.

dr. Irwan Setiadi, Sp. An, Dokter Spesialis Anastesi
dr. Irwan Setiadi, Sp. An, Dokter Spesialis Anastesi ()

Dalam tahap ini, akan mengakibatkan hilangnya kesadaran serta melumpuhkan otot – otot dalam tubuh pasien, termasuk otot pernafasan. Sehingga akan dipasang selang nafas dan dihubungkan ventilator untuk membantu proses pernafasan selama prosedur operasi berlangsung.

Sedangkan anestesi spinal adalah tindakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada pasien yang dilakukan operasi di area perut ke bawah. Prosedur anestesi spinal dilakukan penyuntikan obat anestesi lokal ke dalam rongga yang terdapat disekitar tulang belakang.

Pada tindakan anestesi spinal pasien dalam keadaan sadar ataupun diberikan obat agar tertidur.

Sensasi yang akan dirasakan setelah penyuntikan obat anestesi lokal ini, selain pasien tidak akan mengalami nyeri selama operasi, yakni hanya terasa hangat, kesemutan dan sulit menggerakkan di bagian tungkai bawah yang berlangsung selama 2-4 jam setelah penyuntikan.

Setelah itu pasien mulai perlahan dapat merasakan dan menggerakkan tungkai bawah.

"Pemilihan teknik anestesi tergantung dari tindakan yang akan di lakukan pada pasien. Pasien yang menjalani prosedur pembedahan yang membutuhkan relaksasi yang dalam untuk jangka waktu yang lama, paling cocok untuk anestesi umum selama tidak ada kontraindikasi," ujarnya saat ditemui di Santosa Hospital Bandung Kopo, Sabtu (28/5/2022).

Pemilihan anestesi umum dapat dilakukan pada keseluruhan untuk prosedur operasi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved