Minggu, 12 April 2026

TELAH Lahir Bayi Burung Garuda, Sebentar Lagi Jadi Penguasa Langit Gunung Ciremai

Bayi Elang Jawa di Gunung Ciremai lahir bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila. Burung itu dikenal dengan burung garuda.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mega Nugraha
Istimewa/Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Bayi burung Elang Jawa atau sering disebut burung Garuda Pancasila, yang baru lahir di hutan Gunung Ciremai. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID,KUNINGAN -Bayi Elang Jawa di Gunung Ciremai lahir bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila. Burung itu dikenal dengan burung garuda.

Burung garuda sendiri jadi simbol negara dan jadi lambang Pancasila. Dalam waktu dekat, bayi Elang Jawa atau bayi Burung Garuda itu bisa mengudara di langit Gunung Ciremai.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Tegus Setiawan menjelaskan, berdasarkan morfologinya, Elang Jawa yang juga kerap disebut burung garuda termasuk penguasa udara di kawasan hutan. Termasuk di Gunung Ciremai.

Berdekatan dengan hari lahir Pancasila, bayi Elang Jawa menetas. Tak hanya kali ini, sang predator udara cilik ini lahir.

"Pada tahun 2020 dan 2021, lahir Covid dan Sakti. Kedua elang tersebut sudah mengudara dengan gesit di langit Gunung Ciremai sebagai individu remaja," ujar Teguh Setiawan, Rabu (1/6/2022).

Baca juga: MELIHAT Kamar Tahanan yang Pernah Dihuni Bung Karno di Lapas Sukamiskin

Elang jawa merupakan salah satu spesies kunci (keyspecies) yang menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Hasil monitoring terus dilakukan oleh tim Elang Jawa BTN Gunung Ciremai dengan seksama dan sangat hati-hati mengingat masa pengeraman merupakan bagian penting dalam siklus hidup burung pemangsa dalam menjaga kelestarian spesiesnya,"ujarnya.

Burung elang jawa saat hendak dievakuasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di tempat praktik salah satu dokter hewan di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, Kamis (11/11/2021).
Burung elang jawa saat hendak dievakuasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di tempat praktik salah satu dokter hewan di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, Kamis (11/11/2021). (Tribun Cirebon/ Handhika Rahman)

Peristiwa lahirnya bayi burung Garuda itu bermula saat pihaknya menemukan induk Elang Jawa mengerami telur pada 21 April 2022. 

Kemudian pada 30 Mei 2022, pihaknya juga menemukan perjumpaan induk dan anakan Elang Jawa dengan perkiraan usia sekitar  minggu.

"Pada saat itu, kami sedang cek lokasi ke lapangan. Sekaligus menengok site monitoring Elang Jawa dan ternyata kami mendapatkan hadiah besar, ada bayi Elang jawa," kata dia lagi.

Dalam kesempatan itu, tim berhasil mengabadikan momen indah Elang Jawa baru penghuni Gunung Ciremai. Dalam dua bulan ke depan, bayi Elang Jawa itu bisa mengudara sebagai generasi ke-3 penguasa langit Gunung Ciremai.

Baca juga: Habiskan 3 Ons Daging Ayam, Anak Elang Jawa dari Indramayu Transit di Ciamis Sebelum Dilepasliarkan

"Adanya berita ini juga turut menggembirakan seluruh keluarga besar TN Gunung Ciremai. Ini adalah bukti bahwa kerja keras temen-temen di lapangan membuahkan hasil. Ke depan kita harus usahakan lebih banyak lagi Elang jawa yang lahir menjelang 1 Juni 2022," katanya. 

Elang Jawa Mirip Burung Garuda

Ciri yang membuat satwa endemik pulau Jawa ini identik dengan lambang negara Indonesia tersebut karena elang jawa memiliki jambul di kepalanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved