Ini Perbedaan Hepatitis Misterius Yang Menyerang Anak-Anak

Hepatitis misterius yang muncul saat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan peradangan hati atau liver yang biasanya juga menyerang orang dewasa. 

Newsdelivers via Tribunnews
Ilustrasi - Gejala hepatitis akut dan cara mencegahnya 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG -  Hadirnya virus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak  muncul di sejumlah negara termasuk Indonesia membuat orangtua khawatir. 

Hepatitis yang muncul saat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan peradangan hati atau liver yang biasanya juga menyerang orang dewasa. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi  Jawa Barat,  dr Ryan Bayusantika Ristandi, Sp, PK MMRS menjelaskan beberapa gejala mengenai hepatitis akut yang menyerang anak-anak. 

Baca juga: Waspada Hepatitis Akut, Puskesmas di Cianjur Sosialisasi ke Desa-desa, PTM Diberlakukan 50 Persen

Ryan mengatakan, hepatitis yang menyerang anak ini biasanya ditandai dengan gejala berupa demam, kuning di bagian mata, lemas atau lesu, nyeri sendi, sakit badan , dan kondisi pasien cepat memburuk. 

"Kondisi buruknya akan langsung terlihat dan terjadi dalam 4 hari. Lalu ada peningkatan enzim hati yang langsung tinggi dan bisa di cek di laboratorium, " ujar Ryan dalam program Tribun Health, Rabu (11/5/2022). 

Hepatitis akut misterius ini terjadi pada anak-anak di usia kurang dari 16 tahun. 

Ia mengungkapkan fenomena dunia ini sudah terjadi di 114 anak,  namun Ryan menegaskan di Jawa Barat masih belum ada yang terkena hepatitis misterius ini. 

Baca juga: Hepatitis Akut Menyerang Anak, Inilah Gejala Awal dan Gejala Lanjut yang Harus Diwaspadai

"Hal yang membedakan dari hepatitis pada umumnya adalah  tingkat keburukannya yang begitu cepat, yaitu dalam waktu 4 hari. Gejala yang terlihat adalah sama di bagian kulit dan mata yang berubah jadi kuning," ujar Ryan. 

Perubahan warna ini kata Ryan terjadi karena peningkatan enzim hati yang meningkat pesat  yaitu diatas 500 internasional unit. 

Ia menjelaskan, ketika organ hati yang biasanya berfungsi untuk pembersihan, kini justru meradang akibat hepatitis

Hal inilah yang membuat zat warna pada kulit dan mata berubah jadi kuning karena adanya kerusakan metabolisme. 

"Hal yang membedakan hepatitis misterius ini adalah ketika pemeriksaan laboratorium untuk hepatitis yang selama ini diketahui masyarakat seperti A, B, C, D, dan E  maka hasilnya negatif," katanya. 

Baca juga: Kenali Gejala Hepatitis Akut dan Cara Mencegahnya Agar Anak Tidak Terserang, Para Ibu Harus Tahu!

Oleh karena itu Ryan pun menegaskan, jika gejala tersebut muncul dan dirasakan oleh anak, sebaiknya langsung hubungi dokter supaya langsung diperiksa di laboratorium. 

Saat ini untuk memastikan diagnosisnya, Dinkes Jabar pun sudah berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan di Jawa Barat untuk mempersiapkan pemeriksaan khusus bila ada gejala pada anak.

Lalu prosesnya akan dilanjutkan ke pemeriksaan yang lebih spesifik karena Dinkes pun ingin mengetahui penyebabnya, dimana di dunia menyebutkan penyebabnya adalah adenovirus .

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved