Mudah Marah? Berikut Tips Mengelola Emosi Dari Psikolog

Bagi Anda yang mudah sekali marah atau meledak-ledak dalam meluapkan sesuatu perlu tahu cara mengelola emosi menurut psikolog

Editor: Siti Fatimah
SHUTTERSTOCK

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Emosi dikutip dari wikipedia adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Selain itu, emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.

Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.

Dikutip dari laman resmi UGM, emosi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam diri manusia.

Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bantu Pelajar, Bahkan Akan Ada Konseling Dari Psikolog Profesional

Namun, tak jarang dalam keseharian kita sulit mengontrol emosi baik emosi positif maupun emosi negatif.

Meluapkan amarah yang meledak-ledak atau mengekspresikan kegembiraan secara berlebihan saat menghadapi sesuatu.

Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Psikolog., menyampaikan pentingnya bagi setiap orang untuk belajar mengelola atau meregulasi emosi agar bisa terekspresikan secara wajar dan sehat.

Mengekspresikan emosi dengan pas sehingga tidak menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Ini Tips Liburan Sekolah Seru dan Aman di Tengah Pandemi Menurut Psikolog

"Emosi perlu dikelola, mengekspresikannya dengan sehat dan pas. Tidak menahan-nahan namun juga tidak meledak-ledak,"terangnya, Kamis (14/4).

Lebih lanjut Ampuni memaparkan ada sejumlah strategi dalam mengekspresikan  emosi. Salah satunya menahan/menekan emosi.

Misal saat berduka menahan rasa duka karena tidak ingin terlihat lemah dan berduka di hadapan orang lain.

"Sebenarnya strategi ini kurang bagus karena kalau terlalu menahan akan berbahaya. Ibarat botol yang diisi air soda dan ditutup rapat suatu saat akan meledak, begitu juga dengan emosi," kata Dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Ampuni mengatakan cara lain mengelola emosi adalah dengan merenung.

Mengekspresikan emosi dalam bentuk diam dan menyendiri. 

Berikutnya, mengekspresikan emosi secara berlebihan atau agresif. Misalnya, marah-marah dan berperilaku kasar serta merugikan orang lain.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru Dimulai, Ini Tips Dari Psikolog Agar Anak Tidak jenuh Sekolah di Rumah

Cara Kelola Emosi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved