Jenderal Dudung Sedih, Anggota TNI dan Istrinya Dibunuh di Papua, ''Kejar Pelaku Sampai Ketemu''

Jenderal Dudung meminta Pangdam XVII/Cendrawasih mengejar pelaku penembakan Sertu Eka dan istrinya.

Editor: taufik ismail
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M , bertindak selaku Inspektur Upacara melantik dan mengambil sumpah 999 orang Perwira Pertama Lulusan Diktukpasus TNI AD TA. 2021 pada Upacara Prasetya Perwira TNI AD TA. 2021, Senin (20/12) 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang anggota TNI AD di Elelim, Papua, dibunuh oleh sekelompok orang.

Tak hanya itu, istrinya pun menjadi korban dan meninggal dunia.

Menanggapi hal ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman buka suara.

Karena itu Jenderal Dudung langsung memerintahkan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengejar pelaku pembunuhan terhadap Babinsa Sertu Eka Andriyanto beserta istrinya.

"Kejar pelaku penembakan sampai ditemukan dan lakukan proses secara hukum," kata Jenderal Dudung melalui keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Jenderal Dudung mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal itu, sehingga mengakibatkan Sertu Eka dan istrinya tewas.

Mantan Pangkostrad itu juga mengeluarkan perintah kepada seluruh prajurit TNI AD yang melaksanakan tugas di daerah operasi.

Dudung menegaskan kepada jajarannya untuk tidak ragu-ragu bertindak tegas terhadap pihak-pihak tertentu yang mengancam keselamatan pribadi maupun masyarakat sekitar.

Selain itu, ia juga meminta kepada anggotanya untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selaku pimpinan TNI AD, Jenderal Dudung menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

Jenderal Dudung berjanji akan mengurus hak-hak almarhum Sertu Eka serta akan memperhatikan masa depan keluarganya tersebut.

Sebelumnya, anggota TNI AD bernama Sertu Eka Andriyanto dibunuh sekelompok orang tak dikenal pada Kamis (31/3/2022) sekitar pukul 06.00 WIT.

Selain Sertu Eka, istrinya bernama Sri Lestari juga dilaporkan meninggal dunia di tempat karena dianiaya oleh pelaku yang sama.

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan mengungkapkan korban Sertu Eka merupakan Babinsa di Pos Koramil Yalimo.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved