Senin, 18 Mei 2026

Rusia Serang Ukraina

5 Dampak Mengerikan Perang Rusia-Ukraina, Harga Minyak Melonjak, Ekonomi Global Diobrak-abrik

Harga minyak dan gas telah melonjak akibat kekhawatiran pasokan karena Rusia adalah salah satu produsen dan pengekspor bahan bakar fosil terbesar.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Photo by Sergey BOBOK / AFP
Foto ini diambil pada 27 Februari 2022 menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv. Pasukan Ukraina mengamankan kendali penuh atas Kharkiv pada 27 Februari 2022 menyusul pertempuran jalanan dengan pasukan Rusia di kota terbesar kedua di negara itu, kata gubernur setempat. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

TRIBUNJABAR.ID - Setelah sebulan perang Rusia-Ukraina, terjadi dampak yang luar biasa.

Dampak itu antara lain harga minyak global melonjak, perusahaan asing telah keluar dari Rusia, dan Moskwa menghadapi momok sanksi yang kian mengerikan.

Seperti dilansir dari AFP, berikut adalah dampak ekonomi dari invasi Rusia yang dimulai pada 24 Februari.

Sebulan invasi sudah berlangsung dan kian mengubrak-abrik ekonomi global.

1. Komoditas Melambung

Harga minyak dan gas telah melonjak akibat kekhawatiran pasokan karena Rusia adalah salah satu produsen dan pengekspor bahan bakar fosil terbesar di dunia.

Minyak mentah Brent North Sea, patokan internasional, berdiri di sekitar 90 dolar AS pada Februari.

Pada 7 Maret, melonjak ke 139,13 dolar AS mendekati level tertinggi 14 tahun dan harga tetap sangat fluktuatif.

Harga yang naik mendorong pemerintah negara-negara di dunia mengambil langkah-langkah untuk meringankan kesulitan keuangan bagi konsumen.

Mulai PPN yang lebih rendah di Swedia, batas harga di Hongaria, atau diskon di Prancis.

Harga gas juga meroket, dengan referensi Eropa TTF Belanda melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di 345 euro pada 7 Maret.

Komoditas lain yang diproduksi secara besar-besaran di Rusia telah melonjak, termasuk nikel dan aluminium.

Rantai pasokan industri otomotif juga menghadapi gangguan karena suku cadang utama berasal dari Ukraina.

 

2. Harga makanan melonjak

Sekjen PBB Antonio Guterres telah memperingatkan bahwa konflik dapat bergema jauh di luar Ukraina, menyebabkan "badai kelaparan dan kehancuran sistem pangan global".

Rusia dan Ukraina adalah lumbung pangan dunia, menyumbang 30 persen dari ekspor gandum global.

Harga sereal dan minyak goreng telah meningkat.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved