Moge Tabrak Bocah Kembar

CERITA Mengharukan Ayah Bocah Kembar yang Tertabrak Moge di Pangandaran, Mereka Ingin jadi Ajengan

Ayah kedua bocah kembar, Wasmo, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah berempati kepada keluarganya.

Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Padna
Petugas Jasa Raharja menyerahkan santunan kepada pihak keluarga dua bocah kembar yang meninggal dunia karena tertabrak motor gede, Senin (14/3/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN – Tragedi yang menimpa almarhum Hasan (8) dan Husen (8), dua bocah kembar tertabrak moge, selain pemerintah daerah, sejumlah pihak merasa iba dan memberikan santunan kepada keluarga almarhum.

Ayah kedua bocah, Wasmo, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah berempati kepada keluarganya.

"Semoga, menjadi amal jariyah untuk semuanya, terutama yang telah membantu sejak kejadian," ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan di halaman rumahnya, Selasa (15/3/2022) pagi.

Wasmo mengungkapkan bahwa ia dan istrinya sangat merasa kehilangan Hasan dan Husen, yang awalnya ia harapkan menjadi penerus bagi keluarganya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengendara Moge Tabrak Bocah Kembar di Pangandaran Resmi Jadi Tersangka!

"Tadinya, saya ingin mereka jadi ajengan. Dua-duanya juga ingin jadi ajengan," ucapnya.

Karena keinginan menjadi ajengan, ia mengaku ada rencana untuk mengirim si kembar ke pesantren.

"Mereka itu selalu bersemangat kalau pergi ngaji iqro, dan biasanya ngaji ke seberang jalan," kata Wasmo.

Di mata keluarga, keduanya merupakan anak baik meskipun kadang di antara keduanya suka bertengkar.

"Kalau pake baju ada yang beda jadi pasisirik (cemburu), apalagi kalau dikasih uang dengan jumlah berbeda. Semuanya harus sama," katanya.

Keduanya juga suka sekali jajan. Saat pergi ke warung biasanya malah dikasih oleh pemilik warung.

Sekarang, Wasmo mengaku sudah jarang turun ke sawah karena kondisi tubuhnya yang sudah lemah.

"Paling juga sesekali saja, nyari udang, ikan, atau mijat," katanya.

Menurutnya, ketika si kembar masih hidup, biasanya ada pesanan udang atau ikan dari guru mereka.

"Biasanya, yang bawa pesanan itu Hasan dan Husen. Nanti uangnya dititipkan kepada mereka," ujar Wasmo.

Baca juga: Kasus Bocah Kembar Tertabrak Moge Naik ke Penyidikan, Ini Kata Kapolda Jabar Soal Islah

Wasmo tidak akan melupakan tragedi memilukan tersebut dan masih ingat betul saat kejadian sekitar pukul 13.00.

"Saya posisi ada di rumah, lalu ada orang lari nyamperin, katanya Hasan dan Husen ketabrak," ucapnya.

Tentu, perasaannya langsung tidak karuan, pikiranya melayang-layang memikirkan kondisi anaknya.

"Saya saat itu ditahan-tahan untuk tidak melihat ke lokasi kejadian karena khawatir saya tidak akan kuat melihatnya," ucapnya.

Namun, semua itu sudah terjadi dan ia hanya meminta doa dari semua pihak untuk Hasan dan Husen.

"Mereka berdua itu belum ekah (aqiqah), itu yang saya sesalkan," kata Wasmo. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved