Kasus Bocah Kembar Tertabrak Moge Naik ke Penyidikan, Ini Kata Kapolda Jabar Soal Islah

Kapolda mengatakan sudah memerintahkan Kapolres Ciamis untuk memproses hukum kedua pengendara moge yang menabrak bocah kembar tersebut

Istimewa
Dua pengendara moge dengan perwakilan keluarga korban bocah kembar yang tewas ditabrak di Pangandaran, Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG- Kapolda Jawa Barat,  Irjen Pol Suntana, memastikan proses hukum bagi pengendara motor gede (moge), yang menabrak dua bocah kembar hingga meninggal dunia di Kabupaten Pangandaran, akan tetap berlanjut.

Islah antara kedua belah pihak, ujar Kapolda Jabar, tak membuat proses hukum berhenti.

"Proses hukum tetap kita laksanakan, sesuai dengan aturan yang ada karena itu kan menghilangkan nyawa seseorang, jadi proses hukum tetap berlanjut," ujar Irjen Pol Suntana saat ditemui di Lembang, Senin (14/3).

Kapolda mengatakan sudah memerintahkan Kapolres Ciamis untuk memproses hukum kedua pengendara moge tersebut.

"Apa yang dilakukan oleh teman-teman pengguna motor itu [islah dan pemberian santunan] hanya tindakan-tindakan saja dan itu akan menjadi pertimbangan dalam putusan hakim di pengadilan," kata Irjen Pol Suntana.

Dua moge yang digunakan dua pelaku saat menabrak dua bocah kembar di Pangandaran kini di Polres Ciamis dinaungi penutup.
Dua moge yang digunakan dua pelaku saat menabrak dua bocah kembar di Pangandaran kini di Polres Ciamis dinaungi penutup. (Tribun Jabar / Andri M Dani)

Baca juga: Perjanjian Duit Rp 50 Juta dari Pengendara Moge Untuk Korban Bocah Kembar Banyak Kesalahan

Hasan Firdaus (8) dan Husen Firdaus (8) tertabrak rombongan motor gede Harley Davidson, saat hendak pulang ke rumah mereka, Sabtu (12/3) sekitar pukul 13.15.

Tragedi itu terjadi di Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran tepatnya di Blok Kedungpalumpung, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, tak jauh dari rumah mereka.

Satu sepeda motor menabrak Hasan. Satu moge lainnya menabrak Husen. Kedua anak kembar itu meninggal di lokasi kejadian.  

Belakangan diketahui, kedua moge tersebut masing-masing dikemudikan Angga Permana Putra (40), warga Kota Cimahi, dan  Agus Wardi (52), asal Bandung Barat.

Hari itu, keduanya hendak ke Pangandaran bersama rombongan pengendara dari Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan dua anggota HDCI masih diperiksa di Polres Ciamis sebagai saksi. 

"Mereka masih dalam pemeriksaan, jadi berada di ruang pemeriksaan, belum ditahan. Statusnya juga belum gelar perkara, agenda penyidik itu mau gelar perkara setelah pemeriksaan," ujar Ibrahim saat ditemui di Mapolda Jabar, kemarin.

Baca juga: Lugunya Keluarga Korban Bocah Kembar di Hadapan Pengendara Moge yang Tabrak Hasan Husen Hingga Tewas

Setelah gelar perkara, ujar Ibrahim, baru akan ada penetapan status. Dari penetapan status itu nanti ada lagi pertimbangan penyidik, bisa saja ditahan bisa tidak. Subjektifnya, kalau dianggap kooperatif dan tidak akan melarikan diri, bisa jadi tidak ditahan, kita tunggu saja," katanya. 

Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Zanuar Cahyo Wibowo, menyebut kasus kecelakaan yang menyebabkan dua anak kembar meninggal dunia ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved