Pria Pontianak Tewas Terperosok dari Lantai 3 Hotel di KBB, Polisi Panggil Saksi, Lantai Keropos?

Polisi langsung memanggil sejumlah saksi terkait meninggalnya seorang pria asal Pontianak yang terperosok dari balkon lantai 3 Hotel Kupu-kupu.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
STOCKVAULT.net
Ilustrasi tewas 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pihak kepolisian langsung memanggil sejumlah saksi terkait meninggalnya seorang pria asal Pontianak yang terperosok dari balkon lantai 3 Hotel Kupu-kupu, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Peristiwa nahas yang menimpa pria bernama Sandi (30) itu terjadi pada Senin (7/2/2022) pagi.

Saat itu dia terjatuh ke lantai 2 setelah terperosok dari lantai 3 hingga mengalami luka serius dan meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Cisarua, AKP Asep Mulia, mengatakan, pihaknya bakal langsung mengundang sejumlah saksi dan pengelola Hotel Kupu-kupu untuk menjelaskan kejadian tersebut.

"Untuk menindaklanjuti terkait kejadian itu, kami akan segera mengundang pengelola hotel dan pihak saksi yang mengetahui kejadian tersebut untuk klarifikasi," ujarnya di Mapolsek Cisarua, Kamis (10/2/2022).

Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi dan dari pihak pengelola hotel tersebut, kata Asep, nantinya bakal diketahui apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam kejadian tersebut.

Untuk sementara ini, pihaknya baru selesai melakukan pengecekan ke lokasi kejadian sehingga polisi bisa langsung melakukan penyelidikan.

"Mudah-mudahan kita bisa segera mengetahui penyebab pasti terkait kejadian tersebut."

"Nanti, kalau kami sudah mendapat bahan keterangan, akan kami sampaikan lagi secara detail," ucapnya.

Sebelumnya, satpam Hotel Kupu-kupu, Agus Saepudin, mengatakan, sebelum kejadian tersebut, korban bersama lima orang anggota keluarganya menginap selama dua hari.

Namun, pada hari kedua Sandi terjatuh dari lantai 3 akibat lantai blakon hotel ini diduga tak kuat menahan beban yang berat.

"Saya baru tahu sekarang, material bangunannya cuma tikblok, terus kayu sama plesteran, dan keramik."

"Apalagi ini sudah banyak yang pakai, bahkan dari sebulan kemarin full terus," kata Agus. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved