Minggu, 17 Mei 2026

Ineu Purwadewi: Kasus Arteria Jangan Terulang Lagi, Semua Harus Belajar

Menurut Ineu, kasus yang terjadi setelah ucapan Arteria Dahlan harus menjadi pembelajaran.

Tayang:
Tribun Jabar
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan kasus Arteria Dahlan yang sempat menyinggung perasaan masyarakat Sunda selayaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bisa menghargai perbedaan dan keberagaman masyarakat Indonesia.

"Hari ini dari Bung Arteria sudah menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Jabar dan Sunda. Saya berharap ini menjadi pembelajaran bersama bahwa dalam melakukan komunikasi harus betul-betul dipikirkan bahasa dan pernyataan supaya tidak menimbulkan kembali masalah di kemudian hari," kata Ineu melalui ponsel, Kamis (20/1/2022).

Ia mengatakan hal ini juga harus menjadi pembelajaran bagi Arteria supaya tidak melakukan hal serupa di kemudian hari, juga bagi semua masyarakat.

"Dan pembelajaran bagi Bung Arteria supaya tidak menimbulkan hal yang demikian. Semoga seluruh lapisan masyarakat Jabar bisa memaafkan walaupun ini dari pernyataan Bung Arteria, bukan dari partai atau mewakili lembaga," katanya.

Kasus ini menjadi cerminan, katanya, wakil rakyat harus lebih bijak dalam berkomunikasi, baik dalam rapat maupun di tengah publik, atau bersama mitra kerja dewan.

Dalam keberagaman, katanya, masyarakat Jawa Barat hidup berdampingan dengan menjunjung tinggi nilai luhur budaya silih asih atau saling menyayangi, silih asah atau saling mencerdaskan, silih asuh atau saling membimbing, dan silih wawangi atau saling memberikan hal positif.

"Jabar ini kan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, masih menjadi modal kita berkehidupan di Jabar. Ya ini tetap ada di kita sekalian sehingga kita tetap bisa saling menguatkan sesama warga Jabar dan Bahasa Sunda tetap menjadi bahasa yang bisa menyatukan warga Jabar. Itu tetap harus menjadi komitmen," kata Ineu.

Bendahara DPD PDIP Jabar ini pun mengatakan pernyataan Arteria yang membuat gaduh ini sebetulnya pernyataan pribadi.

Sebab selama ini PDIP terkenal tidak pernah membedakan bahasa, suku, ras, dan agama, karena sudah ada dalam kehidupan secara alami. 

"Jadi ketika menyatakan itu dan ada kekecewaan saudara-saudara, termasuk saya sebagai orang Sunda, masa tidak boleh menggunakan Bahasa Sunda," katanya.

Ia mengatakan pernyataan Arteria harus disikapi dengan benar.

Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, katanya, sudah meminta Arteria meminta maaf dan mempertanggung jawabkan apa yang dikatakanmya.

"Karena itu kan dia (Arteria Dahlan) bukan pernyataan resmi atau konferensi pers, kan tidak. Partai kami masih sangat menghargai dan kami masih ada di Tanah Pasundan yang juga sangat menghargai bahasa kami," katanya.

PDIP di Jabar dan Ketua DPD PDIP Jabar, katanya, sudah secara resmi mengirimkan surat terkait hal ini kepada DPP PDIP

"Sudah melaporkan dan menceritakan apa yang terjadi akibat dari pernyataan Saudara Arteria," katanya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi: Kasus Arteria Dahlan Harus Jadi Pelajaran

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved