Senin, 18 Mei 2026

Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi: Kasus Arteria Dahlan Harus Jadi Pelajaran

Ketika ( Arteria Dahlan ) menyatakan itu dan ada kekecewaan saudara-saudara, termasuk saya sebagai orang Sunda, masa tidak boleh memakai Bahasa Sunda

Tayang:
Tribun Jabar
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, memberikan penjelasan tentang larangan mudik Lebaran 1442 H, di sela kegiatannya di Sektretariat DPD PDIP Jawa Barat, Minggu (9/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wakil Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan kasus Arteria Dahlan yang menyinggung perasaan masyarakat Sunda selayaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Menurutnya, siapa pun, harus lebih bisa menghargai perbedaan dan keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam keberagaman, katanya, masyarakat Jawa Barat hidup berdampingan dan menjunjung tinggi nilai luhur budaya silih asih atau saling menyayangi, silih asah atau saling mencerdaskan, silih asuh atau saling membimbing, dan silih wawangi atau saling memberikan hal positif.

"Jabar ini kan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, masih menjadi modal kita berkehidupan di Jabar. Ini tetap ada di kita sekalian sehingga kita tetap bisa saling menguatkan sesama warga Jabar dan Bahasa Sunda tetap menjadi bahasa yang bisa menyatukan warga Jabar. Itu tetap harus menjadi komitmen," kata Ineu melalui ponsel, Kamis (20/1).

Ia mengapresiasi Arteria Dahlan yang akhirnya mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda. Hal ini sesuai dengan tuntutan warga Jabar.

Arteria Dahlan, anggota DPR dari PDIP, akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya meminta jaksa berbasa Sunda dipecat.
Arteria Dahlan, anggota DPR dari PDIP, akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya meminta jaksa berbasa Sunda dipecat. (DPP PDIP)

Baca juga: DPP PDIP Beri Sanksi Arteria Dahlan, Imbas Kasus Bahasa Sunda, Ini Sanksi yang Diterimanya

"Kami semua sebagai wakil rakyat selama ini dan kita semua juga bersaudara dan bersatu. Saya berharap rekan kami itu juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jabar yang selama ini saling menghargai," katanya.

Bendahara DPD PDIP Jabar ini pun mengatakan pernyataan Arteria Dahlan yang membuat gaduh ini sebetulnya pernyataan pribadi.

Selama ini PDIP terkenal tidak pernah membedakan bahasa, suku, ras, dan agama, karena sudah ada dalam kehidupan secara alami. 

"Ketika ( Arteria Dahlan ) menyatakan itu dan ada kekecewaan saudara-saudara, termasuk saya sebagai orang Sunda, masa tidak boleh menggunakan Bahasa Sunda," katanya.

Ia mengatakan pernyataan Arteria Dahlan harus disikapi dengan benar. Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, katanya, meminta Arteria Dahlan meminta maaf dan mempertanggungjawabkan ucapannya.

Baca juga: Masyarakat Penutur Bahasa Sunda Minta Mahkamah Kehormatan DPR RI Periksa Arteria Dahlan

"Karena itu kan dia ( Arteria Dahlan ) bukan pernyataan resmi atau konferensi pers, kan tidak. Partai kami masih sangat menghargai dan kami masih ada di Tanah Pasundan yang juga sangat menghargai bahasa kami," katanya.

PDIP di Jabar dan Ketua DPD PDIP Jabar, katanya, sudah secara resmi mengirimkan surat soal itu ke DPP PDIP

"Sudah melaporkan dan menceritakan apa yang terjadi akibat dari pernyataan saudara Arteria," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved