Breaking News:

Keluarga Korban Herry Wirawan Merasa Terlukai dengan Sikap Komnas HAM, ''Saya Enggak Habis Pikir''

Keluarga korban Herry Wirawan mempertanyakan tentang sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). 

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Humas Kejati Jabar
Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan (berompi oranye) dengan tangan diborgol diapit petugas Kejati Jabar saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Keluarga korban Herry Wirawan mempertanyakan tentang sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). 

Hal itu berkenaan ketidaksetujuan Komnas HAM berkenaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kepada Herry.

Dalam tuntutannya, JPU berharap Herry dihukum mati. 

Jika itu tak dikabulkan, ada tuntutan lain berupa hukuman kebiri kimiawi.

Namun, Komnas HAM menilai hukuman mati bagi pelaku rudakpaksa belasan santriwati itu bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM).

Tidak setujunya Komnas HAM terhadap hukuman mati bagi Herry Wirawan direspons oleh satu di antara keluarga korban rudakpaksa.

AN (34) keluarga korban mengatakan, pernyataan Komnas HAM melukai perasaan keluarga korban yang saat ini masih dirundung kesedihan akibat perbuatan bejat Herry Wirawan.

"Jelas sangat melukai kami. Hak dasar manusia seperti apa yang Komnas HAM maksud? Kenapa membela hak hidup bajingan seperti Herry Wirawan?" ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (15/1/2022).

Ia menuturkan, Komnas HAM mengabaikan hak belasan korban yang saat ini mentalnya terguncang seumur hidup.

Menurutnya, pernyataan Komnas HAM yang tidak setuju dengan hukuman mati bagi Herry Wirawan menandakan dukungan terhadap kejahatan seksual.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved