Sabtu, 16 Mei 2026

Masa Inkubasi Omicron Hanya 3 Hari, Beda Jauh dengan Strain Asli Covid-19

Tetapi yang tampaknya tidak diragukan lagi adalah bahwa varian Omicron lebih mudah menular daripada varian sebelumnya seperti Alpha dan Delta.

Tayang:
Editor: Ravianto
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) 

"Masa inkubasi yang lebih pendek membuat virus jauh, jauh, jauh lebih sulit dikendalikan," ujar Jennifer Nuzzo, seorang ahli epidemiologi di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, kepada The Atlantic minggu ini.

Gejala yang Jauh Berbeda

Aspek lain dari Omicron yang membuatnya berpotensi lebih sulit untuk dideteksi daripada varian lainnya adalah gejalanya agak berbeda dari tiga indikator utama yang telah diwaspadai sebelumnya, yaitu batuk, demam, dan kehilangan indera perasa atau penciuman.

Mengutip Independent, gejala awal varian Omicron yaitu tenggorokan gatal, nyeri punggung bawah, hidung meler atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan kelelahan, bersin dan berkeringat di malam hari.

Bukti terkini dari kasus Omicron yang dianalisis di Inggris adalah bahwa pasien akan pulih rata-rata dalam lima hari hingga seminggu.

Beberapa gejala seperti batuk dan kelelahan mungkin bertahan lebih lama.

Sesak napas juga telah dilaporkan pada kasus yang lebih parah, yang tercatat berlangsung selama 13 hari setelahnya.

Biasanya, penderita Covid-19, dianggap dapat menulari orang lain sekitar dua hari sebelum gejala pertama mereka mulai muncul dan sekitar 10 hari setelahnya.

Jika Anda merasa memiliki gejala Omicron atau varian Delta yang masih dominan, disarankan untuk segera melakukan tes PCR dan mengkarantina diri di rumah untuk melindungi orang lain.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved