Rabu, 8 April 2026

Unisba Terima Dana Hibah Kemendikbud Ristek Dikti Rp 1,8 M, Ini Peruntukannya

Unisba dapat dana hibah Rp 1,8 miliar dari Kemendikbudristek Dikti. Ini rincian lengkap peruntukannya, salah satunya untuk melaksanaan dan Dampak MBKM

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Cipta Permana
(kiri ke kanan), Ketua LPPM Unisba, Prof. Neni Sri Imaniyati, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dharnita Chandra, dan Rektor Unisba, Prof. Edi Setiadi memberikan penjelasan kepada wartawan, terkait Seminar Nasional bertajuk pelaksanaan dan dampak MBKM Unisba di Grand Tjokro Premier Bandung, Senin (27/12/2021) / Cipta Permana 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jabar Banten, Dharnita Chandra mengatakan, implementasi program kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), belum sepenuhnya dilakukan perguruan tinggi di Jabar dan Banten.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil survei terhadap 191 responden perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Jabar-Banten beberapa waktu lalu.

"Dari kuisioner yang kami berikan kepada 191 responden perguruan tinggi terkait implementasi kebijakan MBKM, ternyata yang sudah melakukan itu baru sejumlah 71,7 persen dan yang belum, mencapai 28,3 persen. Artinya implementasi ini belum semua dilakukan di semua perguruan tinggi," ujarnya dalam Seminar Nasional bertajuk pelaksanaan dan dampak MBKM yang diselenggarakan Unisba di Grand Tjokro Premier Bandung, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Unisba Kirim Dokter dan Tim Relawan ke Lokasi Terdampak Letusan Gunung Semeru

Selain itu, baru 49,7 persen perguruan tinggi yang sudah memiliki dokumen standar mutu tentang MBKM.

"Terkait pengimplementasian kegiatan MBKM di luar perguruan tinggi paling lama dua semester atau setara 40 SKS pun, baru 42,9 persen yang sudah melaksanakannya.

Begitu juga dengan implementasi kegiatan MBKM pada prodi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama, selama satu semester atau setara 20 SKS pun baru 39,3 persen.  Padahal, hal itu merupakan salah satu dari delapan indikator kinerja utama yang menjadi landasan tranformasi pendidikan tinggi.

Adapun kendala yang diakui perguruan tinggi tersebut dalam mengaplikasikan MBKM yaitu, terkendala faktor eksternal makro seperti pandemi covid-19, konversi kegiatan MBKM ke SKS mata kuliah yang tidak sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan.

Kemudian, kendala lainnya, PTS masih dalam penjajakan implementasi karena belum ada role model implementasi kegiatan dari MoU sampai konversi SKS. Serta keterbatasan baik sarana, prasarana, dan SDM.

Baca juga: Penghujung 2021, Kota Bandung Sabet Dua Penghargaan Sekaligus Soal Keluarga Sehat dan Stunting

"Upaya pencarian solusi itu pun terus di upayakan oleh kami (LLDikti Wilayah IV), salah satunya memberikan pendampingan dan memberdayakan tugas dan fungsi para duta MBKM yang ada di perguruan tinggi, untuk membantu perguruan tinggi di wilayahnya masing-masing. Sehingga diharapkan munculnya kesepahaman dan pengimplementasian yang seragam terhadap kebijakan MBKM ini," katanya.

Rektor Unisba, Prof Edi Setiadi mengatakan, upaya penyempurnaan implementasi MBKM terus dilakukan, baik melalui kurikulum dan peningkatan mutu dari SDM dosen dan mahasiswa, termasuk para lulusan.

"Apalagi, tujuan dari MBKM adalah meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skill maupun hard skill, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Sehingga kami terus menyempurnakan upaya pengimplementasian ini (MBKM) dari berbagai aspek yaitu, peningkatan kualitas mutu pendidikan melalui kurikulum, dan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengembangan dan penguatan nilai 3M (Mujahid, Mujtahid, dan Mujjadid) yang dasar karakter lulusan Unisba," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM Unisba, Prof Neni Sri Imaniyati menambahkan, Unisba jadi salah satu penerima dana hibah Kemendikbudristek melalui skema bantuan pendanaan program penelitian kebijakan MBKM dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa 2021.

Dalam program itu,  4.500 PTS di seluruh Indonesia, hanya 110 PTS yang mendapat bantuan program ini. Data Ditjendiktiristek, Unisba menduduki ranking 22 dan masuk dalam klaster pertama penerima hibah ini. Penilaiannya meliputi ketercapaian Indeks Kinerja Utama (IKU) Kinerja Penelitian dan Pengabdian Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat di Pangkalan Data Dikti.

"Jadi penilaiannya tidak diberitahukan kepada kita, tahu-tahu kami diinformasikan bahwa Unisba masuk klaster satu, sehingga berhak mendapat hibah ini,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved