Mengenal Mochtar Kusumaatmadja, Akan Jadi Nama Jalan di Bandung Jasanya Diakui Dunia Internasional
Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja diperjuangkan jadi Pahlawan nasional. Namanya akan disematkan jadi nama jalan di Jalan Layang Pasupati Bandung
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- - Adalah Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, anak bangsa yang prestasi dan inspirasinya melewati batas wilayah negara. Mochtar Kusumaatmadja merupakan sosok yang melanjutkan konsep Wawasan Nusantara yang juga digelorakan oleh putra Jabar, Ir H Djuanda.
Peran aktif Prof Mochtar Kusumaatmadja dalam menyampaikan konsep Wawasan Nusantara ke tingkat internasional sudah diakui secara global serta menjadi teori dan dipraktikkan menjadi norma hukum internasional.
Para akademisi menyebut Prof Mochtar Kusumaatmadja dan Ir H Djuanda sama berjasa bagi bangsa ini. Namun bedanya, Ir H Djuanda lebih dulu mendapat gelar Pahlawan Nasional, sedangkan gelar yang sama untuk Prof Mochtar Kusumaatmadja belum, dan baru saat ini tengah diperjuangkan.
Baca juga: Respon Berkelas Jokowi Soal Indonesia Diamuk Negara Maju Soal Setop Ekspor Bahan Mentah Nikel
Hal inilah yang mendasari pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Prof Mochtar Kusumaatmadja oleh Pemprov Jabar dan berbagai pihak lainnya. Bahkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengawasi proses pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Prof Mochtar.
Pemprov Jabar tengah memproses penggunaan nama Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja untuk nama jalan di Bandung, yakni di Jalan Layang Pasupati, jalan layang penghubung Pasteur dan Surapati.
Ridwan Kamil menganggap pemberian nama Prof Mochtar untuk sebuah jalan layang atau jembatan sendiri, terinspirasi dari pemikiran Prof Mochtar yang menyebut lautan adalah penghubung daratan, bukannya pemisah.
"Kita persiapkan nama jalan di ibu kota Jabar, Jalan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja. Ada jalan layang Pasupati, karena spirit Pak Mochtar itu menjembatani. Laut bukan pemisah pulau, tapi itu penyambung. Jembatan, bukan pemisah pulau-pulau Nusantara," kata Ridwan Kamil dalam Seminar Nasional Pengusulan Pahlawan Nasional Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja di Savoy Homann, Kota Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (22/12).
Prof Mochtar, katanya, melihat laut sebagai penyambung peradaban, bukan pemisah, termasuk penyambung kekayaan negara. Prof Mochtar Kusumaatmadja, katanya, tidak hanya dihargai sebagai pahlawan, tapi ilmunya dimanfaatkan dalam ilmu kelautan dan keilmuan lainnya dan harus terus dimaksimalkan.
Baca juga: Sawah Satu-satunya Orangtua Dijual, Sang Ibu yang Kesal Gugat Anaknya ke Pengadilan
"Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja melihat laut itu penyambung peradaban, bukan pemisah. Jadi fokus pada konsep menyambung termasuk rezekinya melalui ekonomi kelautan untuk kesejahteraan," ujar Ridwan Kamil.
Ia mengatakan akan memperjuangkan pemberian gelar untuk Prof Mochtar ini karena Jabar sudah lama absen dalam mendapat gelar pahlawan nasional untuk tokoh-tokohnya.
"Lobi-lobi tugas saya, pastikan tahun depan kehormatan ini hadir karena sudah lama di Jabar (belum ada anugerah pahlawan nasional lagi), mudah-mudahan 2022 ada di Jabar," ucapnya.
Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Jabar sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemprov Jabar, Dewi Sartika mengatakan seminar-seminar merupakan bagian dari tahap sebelum pihaknya mengirimkan berkas ke TP2G nasional di Kementerian Sosial.
Dalam seminar tersebut, kata Dewi Sartika, banyak penegasan yang menguatkan Mochtar Kusumaatmadja layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. Bahkan para akademisi mengatakan jika Ir H Djuanda mendapat gelar tersebut, Prof Mochtar pun wajib mendapatkannya.
"Usulan dari Pak Profesor Mochtar bukan datang dari keluarga, tadi sudah disampaikan dari masyarakat umum ada 7.000 petisi, kemudian ada 70 surat dukungan yang sudah kita terima," tutur Dewi.
Baca juga: Dari 6 Pemain Singapura, Satu Dikolongin Sentuhan Maut Asnawi-Witan Sulaiman di Semifinal AFF 2020
Kemudian dari pihak perguruan tinggi, terutama Unpad, terus-menerus melakukan seminar, penelitian, pengkajian, termasuk menamai salah satu ruangan menjadi Ruang Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ridwan-kamil-23-desemmber-2021.jpg)