Review Spider-Man: No Way Home, Penutup Manis Trilogi Versi Tom Holland
Peter Parker yang diketahui adalah Spider-Man menjadi musuh publik setelah dia menghabisi Mysterio.
Ia pun semakin terjerembab ke dalam masalah yang memusingkan kepalanya seorang diri.
Spider-Man: No Way Home menjadi film terbaik MCU setelah Phase 3 berakhir dengan tragis.
Elemen-elemen nostalgia, haru, sekaligus menyenangkan tergabung dengan apik berkat naskah skenario yang kuat dari Chris McKenna dan Erik Sommers.
Film ini sekaligus menjadi penutup yang manis bagi trilogi Spider-Man versi Tom Holland.
Marvel begitu jenius menarik benang merah multiverse untuk menjelajah hal-hal yang tak mungkin ke dalam film-film mereka selanjutnya.
Kekacauan dari multiverse dalam film Spider-Man: No Way Home dan serial WandaVision diprediksi akan terjadi puncaknya di film sekuel Doctor Strange.
Dari judulnya saja, Doctor Strange in the Multiverse of Madness, penonton sudah bisa menduga akan seperti apa masalah yang harus dihadapi anggota Avengers tersisa di masa depan.
Spider-Man: No Way Home kini sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop di Indonesia.
Film ini juga memiliki dua credit scene yang layak untuk dinantikan pada akhir film.
Kedua kredit tersebut akan mengantar penonton mengintip bagaimana kegilaan dari Marvel Cinematic Universe pada masa mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/spider-man-no-way-home.jpg)