Breaking News:

Berbeda Dengan Modus Herry Wiriawan, Tersangka AS Hanya Lakukan Ini Tapi Tetap Bikin Santriwati Syok

Modus operandi yang dilakukan tersangka AS (48), pengajar pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, berbeda dengan yang dilakukan Herry Wiriawan. 

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Dok. Polres Tasikmalaya
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, merilis kasus pencabulan di sebuah pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, di Mapolres, Kamis (16/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Modus operandi yang dilakukan tersangka AS (48), pengajar pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, berbeda dengan yang dilakukan Herry Wiriawan. 

Kalau Herry merudapaksa para korbannya, sedangkan AS hanya sebatas meraba-raba bagian sensitif korban.

"Aksi itu dilakukan saat korban sedang sakit dan tersangka berpura-pura menengok dan memijat-mijat hingga ujung-ujungnya terjadi percabulan," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, di Mapolres, Kamis (16/12) siang.

Aksi itu dilakukan di kobong putri saat sedang sepi. Hanya ada tersangka dan korban.

"Seperti yang dilakukan awal Desember. Seorang korban sakit, dan pada saat yang lain solat subuh, tersangka mendatangi kamar korban," ujar Kapolres.

Sejauh hasil memintai keterangan terhadap tiga santriwati yang melapor, kata Rimsyahtono, tidak ada yang mengaku sampai dirudapaksa.

"Mereka mengaku diraba-raba bagian sensitifnya. Namun begitu membuat para korban syok," ujar Kapolres.

Baca juga: SOSOK Herry Wirawan Ustaz Cabul di Bandung, Kata Tetangga, Guru Bejat Itu Orangnya Pendiam

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyatakan hal senada. "Mereka hanya diraba-raba. Ada juga yang dicolek bagian sensitifnya, tapi tidak sampai dirudapaksa," kata Ato.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved