Breaking News:

Kasus Asusila dan Rudapaksa pada Anak Banyak Terjadi di Sumedang, Korban Enggan Lapor Karena Aib

Satu di antaranya kasus rudapaksa yang menimpa seorang anak perempuan di Kecamatan Cimanggung. Pelakunya adalah tetangga korban. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
shutterstock via Kompas.com
ilustrasi tindakan asusila dan kasus rudapaksa. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Kasus asusila terhadap anak baik perempuan maupun laki-laki banyak terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Selama Desember 2021, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A ), mencatat 3 kasus asusila di wilayah itu.

Satu di antaranya kasus rudapaksa yang menimpa seorang anak perempuan di Kecamatan Cimanggung. Pelakunya adalah tetangga korban

"Kasus-kasus ini luput dari pantauan media karena korban atau keluarga korban menganggap bahwa pelecehan seksual adalah aib yang akan berpengaruh kepada masa depan korban, baik urusan sekolah atau urusan malu oleh masyarakat di tempat tinggalnya."

"Karena itu, keluarga korban memilih bungkam," kata Lutfi, Petugas Bidang Rehabilitasi pada Dinsos-P3A Sumedang, Selasa (14/12/2021) di Sumedang. 

Baca juga: Foto Herry Wirawan Guru Rudapaksa Santriwati Bonyok Beredar Luas, Kepala Rutan Bilang Begini

Lutfi mengatakan, karena tidak terekspos oleh media, para pelaku rupaksa tidak jera bahkan tidak mengambil pelajaran dari ancaman hukuman jika berbuat kejahatan tersebut.

Bahkan, setiap bulan, selalu ada laporan kejahatan tersebut sampai ke Dinsos-P3A Sumedang.  

"Pelecehan seksual terhadap anak setiap bulannya selalu terjadi," kata Lutfi. 

Pada November 2021, dilaporkan kejadian pelecehan seksual terhadap anak di Kecamatan Conggeang. Kasu itu sudah ditangani pihak Kepolisian. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved