Breaking News:

Selama Dua Bulan Terakhir, Kasus Demam Berdarah di Sumedang Bertambah 245 Pasien

"Sejak Januari hingga November, secara kumulatif jumlah kasus DBD di Sumedang mencapai 762 orang dengan 8 kasus kematian,"

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengonfirmasi tambahan 245 pasien  demam berdarah dengue (DBD) selama dua bulan terakhir. 

Total sejak Januari hingga November 2021, total ada 762 pasien DBD di Kabupaten Sumedang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Aep Dadang Hamdani, menyebutkan kasus demam berdarah dengue itu tersebar di semua kecamatan. 

Selain itu, kata dia, angka kasus kematian akibat DBD bertambah tiga. 

"Sejak Januari hingga November, secara kumulatif jumlah kasus DBD di Sumedang mencapai 762 orang dengan 8 kasus kematian," kata Aep Dadang Hamdani di Sumedang, Rabu (8/12/2021). 

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Sumedang Mulai Meningkat, Sudah 5 Orang yang Meninggal Akibat DBD

"Kasus kematian akibat DBD tersebut 3 orang di antaranya merupakan warga Kecamatan Jatinangor, 3 warga Kecamatan Sumedang Utara, 1 warga Kecamatan Buahdua, dan 1 warga Kecamatan Cimanggung," ucap Aef. 

Aef mengatakan, tren kasus DBD di Sumedang terus meningkat signifikan saat memasuki musim hujan pada tahun ini. 

"Saat musim hujan, kasus DBD meningkat signifikan dan diperkirakan akan turun pada bulan Februari dan Maret 2022," ujarnya. 

Dinkes, ucapnya, terus mengupayakan langkah pencegahan penyakit demam berdarah dengue di Kabupaten Sumedang.

Kemudian, kata Aef,  Dinsos mengajak masyarakat Sumedang untuk mulai menerapkan gerakan.

“Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (jumantik), dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)  sudah digerakan oleh seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), dan beberapa daerah yang memenuhi syarat fogging juga sudah dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah, " katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved