Penemuan Mayat di Subang
Belajar dari Kasus Subang Ahli Forensik Ingatkan Jika Terjadi Kasus Perampasan Nyawa Lakukan Hal ini
Belajar dari kasus Subang yang TKP terkontaminasi ahli forensik dr Hastry mengingatkan warga pentingnya mengetahui TKP terlebih kasus perampasan nyawa
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Seli Andina Miranti
Tak pelak, dr Hastry terjun menangani kasus Subang tak lain juga karena dimintai bantuan publik.
Tahapan Pemeriksaan Alat Kasus Subang
Memasuki 100 hari kematian korban kasus Subang, ahli forensik akhirnya buka suara.
Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti membeberkan fakta terkait pengungkapan kasus Subang yang berlangsung lama.
Ahli forensik itu memaparkan, bahwa kasus Subang harus melalui tahapan panjang pemeriksaan.
Bahkan diketahui sampai saat ini, sudah ada 55 saksi yang telah diperiksa.
Selain itu, ada hal yang lebih penting terkait barang bukti dan temuan polisi di TKP.
Mulai dari pemeriksaan di laboratorium, DNA hingga sidik jari yang membutuhkan waktu lama.
Baca juga: Prediksi Ahli Forensik Dr Hastry Kasus Subang Diungkap Sebelum 100 Hari, Jumlah Tersangka Ditangan
Dokter Hastry membeberkan tahapan pemeriksaan itu pun penyebab proses pengungkapan kasus Subang berlangsung lama.
Ahli forensik itu membandingkan proses identifikasi kasus lain yang ada data pembanding.
"Kalau proses identifikasi biasa, bencana massal itu bisa cepat karena ada data pembanding,” ujar ahli forensik, dr Hastry, dikutip Tribunjabar.id dari tayangan kanal Youtube Denny Darko, (23/11/2021).
Dengan adanya data pembanding itu maka proses identifikasi maka pengungkapan berlangsung cepat.
Ia juga mencontohkan kasus teroris yang juga bisa diproses cepat karena ada data pembanding dari keluarga.
Namun terkait kasus Subang, dr Hastry menjelaskan pihaknya sudah mengumpulkan puluhan DNA yang kemungkinan ada di sekitar TKP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/olah-tkp-pembunuhan-ibu-anak-di-subang-dr-hastry-selidiki-kamar-tempat-tuti-dan-amalia-dibunuh.jpg)