Jumat, 17 April 2026

Penemuan Mayat di Subang

Belajar dari Kasus Subang Ahli Forensik Ingatkan Jika Terjadi Kasus Perampasan Nyawa Lakukan Hal ini

Belajar dari kasus Subang yang TKP terkontaminasi ahli forensik dr Hastry mengingatkan warga pentingnya mengetahui TKP terlebih kasus perampasan nyawa

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Seli Andina Miranti
kolase Instagram hastry_forensik/Kompas TV
Olah TKP Pembunuhan Ibu Anak di Subang, dr Hastry selidiki kamar tempat Tuti dan Amalia dibunuh 

TRIBUNJABAR.ID - Ahli forensik, dr Hastry membeberkan fakta TKP kasus Subang terkontaminasi.

Menurutnya, TKP kasus Subang terkontaminasi karena banyak orang yang masuk ke TKP tanpa diketahui penyidik.

Ia akui hal tersebut membuat tim penyidik kesulitan dan harus lebih gigih saat olah TKP.

Kendati begitu, kinerja tim kepolisian tak diragukan lagi untuk mengumpulkan bukti di TKP.

Pihaknya mengklaim penyidik telah berhasil mengumpulkan bukti dan temuan di TKP kasus Subang tersebut.

Baca juga: 102 Hari Kasus Subang, dari Nasi Goreng, Puntung Rokok, hingga Ponsel Amalia Bisa Jadi Petunjuk

Demikian, belajar dari kasus Subang itu yang TKP terkontaminasi, dr Hastry mengingatkan warga pentingnya mengetahui TKP dalam hal kasus apapun, terlebih kasus perampasan nyawa.

Hal ini seperti yang disampaikan dr Hastry saat berbincang dengan Denny Darko di kanal Youtube-nya, dikutip Tribunjabar.id, Minggu (28/11/2021).

Dokter Hastry mengatakan masyarakat harus mengetahui jika ada kejadian suatu tindak pidana terkait berhubungan tubuh jenazah atau korban.

Ia menjelaskan masyarakat juga harus memperhatikan TKP yang harus dilindungi.

“TKP itu minimal dilindungi lah, apa adanya jangan dipindahin jenazahnya, jangan diangkat,” ungkap dr Hastry.

Jika terjadi perubahan tersebut, kata dr Hastry maka hal itu akan menjadi kesulitan tim inafis berkaitan dengan olah TKP.

Lantas, jika masyarakat dihadapkan pada kondisi seperti kasus Subang, dr Hastry menjelaskan apa yang semestinya dilakukan warga sekitar.

Ahli forensik itu menegaskan agar warga sekitar menjaga TKP agar tidak ada orang lain masuk kecuali polisi.

Ia pun mengimbau agar warga sekitar memberikan jarak pada TKP, seperti police line.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved