Kisah TKW Indramayu Jadi PSK di Arab, Termakan Bujukan dan Dijebak, Minta Tolong tapi Enggan Pulang

Ia terjebak dan dijual oleh oknum yang mempekerjakannya menjadi PSK. Menurut pengakuan PMI yang bersangkutan, ia dijual oleh mucikari asal India.

Ilustrasi 

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, persoalan PMI ini mayoritas dialami oleh para TKW.

Mereka banyak yang terindikasi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pemberangkatan unprosedural, hilang kontak, hingga penipuan.

"Bisa dibilang Indramayu ini menjadi perhatian serius dari Komnas HAM, karena walau di masa pandemi saja, tetap ada perekrutan untuk dikirim ke timur tengah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com seusai dikunjungi Komnas HAM di Sekretariat SBMI setempat, Rabu (17/11/2021).

Juwarih mengatakan, pada tahun 2021 ini, sedikitnya ada sekitar 30 kasus persoalan PMI yang diterima oleh SBMI Cabang Indramayu.

Pada tahun 2020 sekitar 80 kasus, tahun 2019 sekitar 75 kasus, dan tahun 2018 sekitar 50 kasus.

Masih disampaikan Juwarih, salah satu kasus yang jadi perhatian Komnas HAM pada kunjungannya tersebut salah satunya adalah kasus Rokaya (40), TKI asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu di Arbil Irak.

Ia sebelumnya viral setelah membuat video permohonan untuk dipulangkan ke Indonesia sembari menitikkan air mata dan menunjukan kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Video berdurasi 1:49 detik itu, ia tujukan langsung kepada Presiden Joko Widodo.

"Salah satu kasus yang disoroti Komnas HAM tadi salah satunya kasus ibu Rokaya," ujar dia

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved