Aturan PPKM Level 3 Selama Libur Natal dan Tahun Baru, PNS Dilarang Cuti, Kegiatan OR Ditiadakan

Dalam waktu satu bulan lagi, pemerintah akan akan memberlakukan kembali aturan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia.

Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNCIREBON.COM/EKI YULIANTO
Foto ilustrasi: SatPol PP menggelar operasi pengawasan dan penindakan (wasdak) terhadap pelanggaran protokol kesehatan dan aturan PPKM di Majalengka, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Dalam waktu satu bulan lagi, pemerintah akan akan memberlakukan kembali aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut diberlakukan lagi dalam rangka mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan tahun baru atau perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Aturan PPKM selama Hari Natal dan Tahun Baru tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021.

Dikutip dari Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, berikut Aturan dan Ketentuan PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru 2021:

- Pelarangan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan karyawan swasta selama periode libur Nataru.

- Imbauan kepada pekerja/buruh untuk menunda pengambilan cuti setelah periode libur Nataru.

- Imbauan pada sekolah, pembagian rapor semester 1 (satu) pada bulan Januari 2022 dan tidak meliburkan secara khusus pada periode libur Nataru.

- Melakukan pemberlakukan PPKM Level 3 (tiga) pada acara pernikahan dan acara sejenisnya.

 
- Meniadakan kegiatan seni budaya dan olahraga pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

- Semua alun-alun ditutup pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022.

Baca juga: PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru, Bandung Barat Akan Nego Agar Objek Wisata Tetap Buka

- Aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarak antar pedagang dan pembeli.

- Jika masyarakat terpaksa harus melakukan perjalanan keluar daerah, maka harus:

a. mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi

b. melakukan tes PCR atau Rapid tes dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah, hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan negatif COVID-19

c. jika pelaku perjalanan dinyatakan positif Covid-19, maka harus melakukan karantina mandiri atau karantina pada tempat yang telah disiapkan Pemerintah untuk mencegah adanya penularan dengan waktu karantina sesuai prosedur kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved