Raungan Sirine Bersejarah di Ciamis, Terowongan di Bendungan Leuwikeris Dialiri Sungai Citanduy

Raungan sirine menandai pengalihan aliran air Sungai Citanduy ke dua terowongan yang terhubung ke Bendungan Leuwikeris di Ciamis

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Andri M Dani
Raungan sirine menandai pengalihan aliran air Sungai Citanduy ke dua terowongan yang terhubung ke Bendungan Leuwikeris di Ciamis 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Raungan sirine menandai pengalihan aliran air Sungai Citanduy ke dua terowongan yang terhubung ke Bendungan Leuwikeris di Ciamis.

Dua terowongan itu punya panjang 1090 meter di bawah tebing setinggi 80 meter. Sungai Citanduy merupakan pembatas antara Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya

Kedua terowongan tersebut berada di Dusun Guha Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Ciamis.

Pengalihan aliran sungai secara simbolis didahului dengan penekanan tombol sirine oleh Wabup Ciamis Yana D Putra, Walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, Wabup Tasikmalaya dan pejabat yang mewakili Walikota Tasikmalaya, pejabat dari Ditjen Sumberdaya Air KemenPUPR, Eko Winar Irianto, Kepala BBWS Citanduy Bambang Hidayat ME, satker Bendungan Leuwikeris Budi Prasetyo dan pejabat lainnya.    

Baca juga: Keajaiban Alam di Balik Penyelamatan Warga Garut yang Terapung di Lautan Selat Karimata

Pengalihan aliran Sungai Citanduy ke dua terowongan terpanjang di Indonesia tersebut merupakan progres baru tahapanan pembangunan Bendungan Leuwikeris. Pertanda dimulainya pembangunan bangunan utama bendungan (main dam).

“Dengan ditutupnya Sungai Citanduy, dan dialihkannya ke dua trowongan yang berada di bawah kita berdiri ini. Pertanda dimulainya pembangunan bangunan utama bendungan (main dam),” ujar Kepala BBWS Citanduy, Bambang Hidayat ME dalam sambutannya.

Selama dilaksanakannnya pembangunan bangunan utama bendungan (maindam) tersebut menurut Bambang, aliran air Sungai Citanduy dialihkan ke terowongan kembali (inlet 1 dan inlet 2).

Bila nanti pembangunan maindam selesai, terowongan akan ditutup untuk selamanya yang rencananya dilakukan pada 2023 yang akan dilakukan penggenangan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jaringan.

“Pembangunan bendungan ditargetkan selesai tahun 2023,” katanya.

Baca juga: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Saksi Pernikahan Ria Ricis di Jakarta, Bacakan Pantun Unik

Pembangunan Bendungan Leuwikeris dimulai dengan penandatangan kontrak kerja pada bulan November 2016 dan pekerjaan fisik dimulai tahun 2017. Dan target selesai tahun 2023.

Diharapkan bisa mengendalikan banjir di kawasan Ciamis Selatan

Bendungan Leuwikeris memiliki areal genangan seluas 242 hektare dengan daya tampung air sebanyak 81 juta meter kubik.

Menurut Bambang Hidayat, air dari Bendungan Leuwikeris tersebut nanti akan menjadi suplai air irigasi untuk persawahan di Kota Banjar, Ciamis Selatan dan Cilacap dengan total luas sawah mencapai 11.200 hektare.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved