Kisah Cucu Yunengsih Membangun Usaha Bumbu Rendos, Manfaatkan Bahan Rempah Alami
Kembali mengkonsumsi minuman alami yang sehat untuk tubuh menjadi motivasi Cucu Yunengsih membangun usaha Bumbu Rendos.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rempah seperti jahe dan kunyit menjadi tanaman herbal yang marak dikonsumsi saat Pandemi Covid-19. Padahal sebelum pandemi menyerang, nenek moyang kita sudah memanfaatkan tanaman herbal ini untuk menjaga kesehatan tubuh sehari-hari.
Jahe dan kunyit ini tidak hanya bisa digunakan untuk bumbu masak saja, tetapi sebagai minuman kesehatan atau lebih dikenal dengan nama jamu.
Namun di zaman yang serba modern ini, eksistensi jamu semakin lenyap dengan hadirnya minuman kekinian lainnya.
Baca juga: Sempat Terhambat Akibat Pandemi Covid-19, UMKM PBA Unpad Kembali Bangkit, Re-opening Lupba Cafe
Generasi masa kini pun merasa awam dengan aroma rempah dan rasanya yang pekat di lidah.
Kembali mengkonsumsi minuman alami yang sehat untuk tubuh menjadi motivasi Cucu Yunengsih membangun usaha Bumbu Rendos.
"Sejak kecil ketika sakit, saya sering dibuatkan minuman jamu dibuat dari jahe oleh buyut, jadi nggak terbiasa minum obat," ujar Cucu saat ditemui di Cihampelas Walk, Selasa (9/11/2021).
Dalam memulai usaha Bumbu Rendos ini, Cucu memulainya dari usaha rumahan dan memanfatkan media sosial untuk proses penjualannya.
Baca juga: Permudah dalam Urusan Pembukuan, UMKM Pilih OVO untuk Pembayaran Digital
Cucu menceritakan proses perjalanannya dalam membuat racikan Bumbu Rendos ini tentu tidaklah mudah.
Ia mengiris jahe secara manual bahkan membuat jarinya seringkali berdarah.
"Bikin usaha sampai tangan berdarah-darah itu benar terjadi, karena jari saya sering teriris. Saya juga menumbuk sendiri dengan lesung," ujar Cucu.
Perempuan kelahiran Bandung, 28 Desember 1974 ini menceritakan butuh waktu dan kesabaran untuk membuat jahe dan kunyit tertumbuk dengan hasil yang halus.
Selain itu, proses pengeringan jahe dan kunyit pun harus memanfatkan sinar matahari yang cukup terik untuk membuat hasil yang benar-benar dibutuhkan.
Baca juga: Menko Airlangga: Dukung UMKM dengan Tingkatkan Potensi Ekonomi Digital dan Pelatihan Kartu Prakerja
Namun kini, Bumbu Rendos telah mendapatkan alat penjemur dan pengering dari dana csr Pegadaian.
"Proses pengeringan jahe tanpa mesin bisa memakan waktu 1-4 hari tergantung cuaca, apalagi jika masuk musim hujan. Alhamdulillah kini sudah punya alat dan mempermudahh proses produksi," ucap Cucu.
Kini Bumbu Rendos memiliki beberapa varian yaitu bandrek dan kunyit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemilik-usaha-bumbu-rendos-cucu-yunengsih.jpg)