Breaking News:

Kecamatan Pasirwangi Garut Buat Program Pos Promina, Bisa Pantau Potensi Bencana dengan Cepat

Dengan pengawasan yang bisa dilakukan 24 jam di kawasan rawan bencana, bisa memberikan informasi se-dini mungkin kepada masyarakat bila ada bencana

Istimewa/ Dok Kecamatan Pasirwangi
Program Pasirwangi Onetouch Service untuk Program Mitigasi Bencana (Pos PROMINA). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebagai salah satu kabupaten yang memiliki potensi bencana dari berbagai kawasan, Kabupaten Garut terus melakukan langkah-langkah pencegahan dini bencana, salah satunya bencana longsor dan banjir bandang.

Salah satu kecamatan di Garut yakni Kecamatan Pasirwangi membuat program mitigasi bencana yang berupa alat untuk memantau kawasan rawan longsor dan banjir bandang.

Program tersebut diberi nama Pasirwangi Onetouch Service untuk Program Mitigasi Bencana (Pos PROMINA).

Camat Pasirwangi, Saeful Hidayat mengatakan Pos Promina merupakan program penempatan Closed Circuit Television (CCTV) di beberapa lokasi rawan bencana di kecamatannya yang rawan bencana, CCTV tersebut bekerja tanpa aliran listrik langsung, melainkan dengan menggunakan tenaga surya.

Baca juga: Daerah-daerah Ini Waspada La Nina Jelang Akhir Tahun dan Peningkatan Risiko Bencana Hidrometerologi

Hal tersebut dilakukan karena kawasan rawan bencana longsor di daerahnya banyak yang kesulitan akses listrik sehingga menggunakan energi bertenaga surya.

"CCTV ini memiliki kualitas yang jernih dan bisa melakukan zoom (perbesar) sebanyak 32 kali, kita gunakan tenaga surya agar CCTV ini bisa ditempatkan di kawasan yang sangat jauh dari pemukiman, gunanya untuk merekam pergerakan tanah atau aliran sungai yang memiliki potensi banjir bandang," ujar Saeful, saat dihubungi, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, dengan pengawasan yang bisa dilakukan 24 jam di kawasan rawan bencana, pihaknya dan
perangkat pemerintahan tingkat kecamatan bisa memberikan informasi se-dini mungkin kepada masyarakat untuk waspada jika nantinya ada pergerakan tanah atau banjir.

Hingga saat ini, menurutnya, di salah satu titik di kawasan Kecamatan Pasirwangi masih ada pergerakan tanah pasca terjadinya longsor pada bulan Maret lalu sehingga perlu adanya pemantauan secara langsung melalui CCTV.

"Kondisi masyarakat di sini ada yang masih bertahan di kawasan rawan terjadinya bencana longsor, mereka tidak bisa pindah karena tidak memiliki tempat tinggal lain untuk pindah, masyarakat hingga kini tidak memiliki rasa nyaman karena dihantui kekhawatiran," ucap Saeful.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved