Jumat, 24 April 2026

Demo di Jawa Barat

Abenk Marco Preman Pensiun Meredam Panas Aksi Mahasiswa Garut dengan Roti dan Air Mineral

Di tengah kerumunan massa dan sengatan matahari, Abenk Marco membaur bersama mahasiswa menyalurkan roti serta botol air mineral.

tribunjabar.id / Sidqi Al Ghifari
Abenk Marco, aktor Preman Pensiun, terlihat membagikan roti dan air mineral untuk mahasiswa yang menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Garut, Jawa Barat, Selasa (2/9/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT – Gelombang aksi mahasiswa yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Garut, Selasa (2/9/2025) siang, berjalan dengan tertib dan aman meski diterpa cuaca terik.

Di tengah kerumunan massa dan sengatan matahari, sosok Abenk Marco, aktor yang dikenal luas lewat perannya dalam serial Preman Pensiun, tampak hadir dengan cara berbeda. Ia membaur bersama mahasiswa, sembari menyalurkan roti serta botol air mineral untuk para peserta aksi.

Abenk menuturkan bahwa langkah kecil seperti itu ia lakukan sebagai bentuk dukungan terhadap jalannya unjuk rasa yang tetap damai. Ia menekankan pentingnya menjaga kebutuhan sederhana peserta aksi, agar mereka bisa tetap fokus menyampaikan aspirasi.

"Tadi ada sedikit roti sama air mineral, siapa tahu bisa mengobati dahaga biar pikiran tidak kacau. Cuaca panas, tapi hati harus dingin," kata Abenk kepada Tribunjabar.id.

Sebelum hadir di Garut, Abenk menceritakan sempat melakukan perjalanan ke sejumlah daerah, mulai dari Bandung, Dieng, hingga Jakarta. Dalam perjalanannya, ia menyaksikan langsung dinamika aksi di kota-kota besar tersebut.

Pengalaman itu yang kemudian mendorong dirinya untuk hadir di Garut. Ia ingin turut menjaga agar semangat mahasiswa tetap tersampaikan dengan damai dan jauh dari gesekan.

"Alhamdulillah di Garut luar biasa, mahasiswanya keren-keren, semua kompak. Aspirasinya disampaikan santai, ditanggapi langsung oleh pimpinan daerah. Jadi situasinya kondusif," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Abenk juga menitipkan pesan kepada masyarakat luas untuk tidak gampang terprovokasi dengan isu-isu yang berpotensi memecah belah.

Ia menekankan bahwa kondisi nasional yang sedang memanas tidak boleh menyeret masyarakat di daerah ke arah kerusuhan. Perdamaian, menurutnya, tetap harus menjadi prioritas.

"Indonesia mungkin tidak lagi baik-baik saja, tapi masyarakat harus tetap baik-baik saja. Jangan sampai ada huru-hara atau kerusuhan, karena kalau merusak fasilitas umum itu yang rugi masyarakat sendiri. Yang utama sekarang adalah tingkatkan kesadaran kita dalam bersosialisasi dan bernegara," tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved