WASPADA Pencurian Data Pribadi Modus Klik Link di SMS, Bisa Tetiba Dapat Dari Pinjol Ilegal

Dugaan pencurian data pribadi untuk pinjol dengan modus klik link yang dikirim ke ponsel dialami warga Bandung berinisial Tm (39). 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus jaringan sindikat pinjaman online (pinjol) ilegal di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/10/2021). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menangkap tujuh tersangka di lima tempat kejadian perkara dengan mengamankan sejumlah barang bukti berupa monitor, modem pool, dan laptop. TRIBUNNES/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Dugaan pencurian data pribadi untuk pinjol dengan modus klik link yang dikirim ke ponsel dialami warga Bandung berinisial Tm (39). 

Peristiwa dugaan pencurian data pribadi dengan modus klik link itu dialaminya pada September 2021. Saat itu, dia menerima SMS berisi tagihan utang ke pinjol. Padahal utangnya ke pinjol lainnya sudah lunas. 

"Tiba-tiba ada SMS isinya saya katanya punya tagihan utang. Di SMS itu ada linknya, saya klik," kata Tm di Antapani Bandung, Sabtu (16/10/2021).

Karena penasaran tetiba punya utang dan ditagih padahal tidak punya utang, Tm refleks mengklik link tersebut. Betapa kagetnya dia, setelah link di SMS di klik, tiba-tiba ada kiriman uang masuk ke rekeningnya.

Baca juga: Sudah Beraksi 2 Tahun, Kurir Benur yang Ditangkap di Surade Sukabumi Terancam 8 Tahun Bui

Dugaan terjadi pencurian data pribadi pun menyeruak. Bagaimana tidak, Tm mengaku tidak mengajukan pinjol saat itu. Karenanya, dia tidak mengupload nomor rekening, nomor telpon, alamat, hingga foto diri sebagai syarat standar dalam pengajuan pinjol

"Kemudian saya klik, kemudian tiba-tiba ada dana masuk Rp1,2 juta saya kaget karena awamnya saya, saya coba untuk mengembalikan," ujar TM.

Masalah justru baru dimulai setelah TM mengembalikan uang tersebut. Ia kembali mendapat transferan masuk yang nominalnya naik terus hingga Rp. 2,8 juta ke nomor rekeningnya. Namun, setiap transferan yang masuk Ia hanya menerima 50 persen.

"Tapi ternyata tidak selesai semudah itu, akhirnya semakin jadi. Uang yang masuk itu tidak ada yang saya gunakan sama sekali dan tenornya hanya tujuh hari," katanya.

Teror Pinjol pun Datang

Belum usai keanehan saat dia terima SMS berisi link kemudian dia klik lalu ada pinjaman uang masuk ke nomor rekening yang tidak dia bagikan ke orang lain, kini masalah baru muncul.

Tagihan atas utang yang dia tidak ajukan mulai bermunculan. Dia tidak bayar utang tersebut karena merasa tidak berutang.

Baca juga: Polda Jabar Bongkar 23 Aplikasi Pinjol Ilegal, tak Terdaftar di OJK, Ini Daftarnya

Teror dan ancaman mulai berdatangan saat ia tidak mengembalikan uang tersebut. Sebab, Ia merasa tidak melakukan peminjaman apapun.

"(Teror) masuk ke hp pribadi dan kontak keluarga, mereka langsung menghakimi saya, akhirnya saya down secara phisikis dan mental saya. Ada rasa takut ketemu orang, karena ada ancaman," ucapnya.

Dijebak

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved