Breaking News:

Peternak Curhat Saat Bertemu Presiden Jokowi, Harga Telur dan Ayam Pedaging Tak Kunjung Membaik

Peternak mengeluhkan harga telur ayam dan harga ayam pedaging yang tak kunjung membaik meski sudah bertemu dan berkeluh kesah pada Presiden Jokowi

Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar.id/kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi
Ilustrasi - Harun (30) seorang pedagang telur ayam di Pasar Pelita Kota Sukabumi, Rabu (20/5/2020). 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Setelah sejumlah perwakil peternak dari berbagai daerah bertemu dan berkeluh kesah di depan Presiden Jokowi di Istana Negara Rabu (15/9) sebulan lalu, sampai Kamis (14/10) hanya harga jagung yang turun.

Yakni dari Rp 6.200/kg jadi Rp 5.600/kg.

Ada penurunan harga jagung Rp 500 tiap kg-nya.

Sayangnya penurunan harga jagung tidak diikuti dengan penurunan harga pakan.

Baca juga: Gara-gara Ayam Petelur Banyak Dijual Jadi Ayam Pedaging, Harga Ayam Pejantan di Ciamis Terjun Bebas

Harga pakan dari pabrikan dalam sebulan ini tetap bertahan di angka Rp 7.800/kg.

“Seharusnya ketika harga jagung turun, harga pakan juga turun. Peternak itu beli pakan, bukan beli jagung. Tetapi kenyataannya harga pakan tetap mahal, Rp 7.800/kg tidak turun,” ujar Ir Hery Dermawan, peternak ayam broiler (BR) dari Rinjani PS Ciamis kepada Tribun dan wartawan lainnya Kamis (14/10) sore.

Menurut Hery, yang juga Ketua GO PAN tersebut, ia mewakili peternak ayam BR bersama perwakilan peternak ayam petelur (Suroto dari Blitar), perwakilan GPPU, GPNP, dan perwakilan peternak unggas lainnya  total sebanyak 12 orang Rabu (15/9) bulan lalu bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Menyampaikan keluhan dengan kondisi peternakan ayam saat ini. Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

Baca juga: Peternak Ayam Mulai Untung, Harga Ayam Pejantan Terus Naik, Melebihi Biaya Pokok Produksi

Hery sebagai peternak ayam BR mengungkapkan keluhan tentang harga jagung yang mahal (Rp 6.200/kg sementara HET Permendag  Rp 4.500/kg) dan harga pakan yang mahal (Rp 7.800/kg), dan berharap ada cadangan nasional sebanyak 500.000 ton yang dikelola oleh BUMN non Bulog.

Keluhan yang diungkapkan juga tentang pola budidaya peternakan ayam potong (ayam pedaging) yang tidak sehat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved