9 Jawaban Seputar Penularan Virus Corona pada Bayi dan Cara Pencegahannya
Angka penyebaran Covid-19 di Bandung semakin menurun, namun bukan berarti penularan virus corona sudah berhenti.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka penyebaran Covid-19 di Bandung semakin menurun, namun bukan berarti penularan virus corona sudah berhenti.
Jika masyarakat abai dalam protokol kesehatan, penyebaran virus corona pun akan tetap berjalan dan menyerang kalangan yang belum mendapatkan vaksin, yaitu anak dibawah 12 tahun, terutama balita.
Melalui program Tribun Health, Kepala ruang rawat intensif anak Santosa Hospital Bandung Central, dr. Ariantara, Sp. A membagikan "Tips Cegah Balita Tertular Covid-19".
Berikut ini adalah hasil wawancara Tribun Jabar bersama dr. Ariantara, Sp.A :
1. Apakah benar virus corona kecil kemungkinanya terjadi pada balita ?
Masyarakat menyangka virus corona kecil kemungkinannya menyerang balita dan anak-anak. Padahal kasus terpaparnya balita kena virus corona itu di angka 3-5%. Angka ini besar sebetulnya, dibandingkan angka kematian anak di negara awal terjadi Covid-19, yaitu di Cina. Kemudian, dari angka yang meninggal ini 50% nya adalah balita.
Jadi bayangkan, Indonesia termasuk tinggi angka kematian anak dan balita akibat covid-19. Oleh karena itu bukan tidak mungkin anak dan balita kena infeksi Covid-19
Baca juga: Telah Menewaskan 5 Juta Orang, Asal-usul Virus Corona Masih Jadi Misteri, Bukan dari Goa di Yunan
2. Gejala apa yang terjadi ketika balita tertular virus corona ?
Ada gejala sistemik atau gejala umum yang biasa kita kenal seperti demam. Pada balita mereka nggak bisa mengeluh pusing seperti orang dewasa, tapi biasanya mereka jadi rewel, tidak mau minum susu, dan ada juga gejala lain seperti diare yang cukup sering didapatkan.
Lalu ada juga gejala saluran nafas yang umum terjadi dan mirip seperti yang dirasakan orang dewasa.
Pada anak, ada juga yang pilek, nafas pendek, batuk dengan intensitas sering yang disertai adanya gangguan bernafas. Hal ini jadi perhatian dokter anak dan sejawat.
3. Apakah benar, balita mudah tertular virus corona karena antibodi belum terbentuk?
Karena balita nggak punya antibodi yang cukup baik. Struktur anatomi pernafasannya yang belum sempurna, masih sempit, tidak seperti orang dewasa.
Sehingga jika ini terjadi, maka dampaknya balita akan mengalami gangguan nafas dan akan mempangaruhi daya tahan tubuh anak tersebut.
Baca juga: Penjual Baju dari Bandung Ini Berjaya di Papua, Dagangannya Laris Manis Selama PON
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona_3005.jpg)