Breaking News:

Banyak Pengusaha Kontruksi di Cimahi Tak Punya SBU, Terancam Tak Bisa Ikut Lelang Proyek Pemerintah

Pengusaha jasa konstruksi tergabung di Gabungan Pengusaha Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) di Cimahi cemaskan aturan sertifikasi badan usaha

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Mega Nugraha
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Pengerjaan kontruksi di GT Darurat KM 99+400 

Puluhan Pengusaha Konstruksi Cimahi Terancam Tak Bisa Ikuti Lelang Proyek

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Pengusaha jasa konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) di Cimahi cemas karena ada aturan baru terkait Sertifikasi Badan Usaha (SBU).

Aturan itu membuat para pengusaha konstruksi harus memiliki beberapa persyaratan khusus dan terbaru terkait SBU.

Ketua Gapensi Kota Cimahi, H Didin, menyebutkan bahwa aturan baru dari pemerintah pusat mewajibkan perusahaan konstruksi telah lolos SBU untuk bisa mengikuti berbagai lelang proyek. 

Baca juga: Jalan Sriwijaya Cimahi Ditutup Gegara Pembangunan Underpass, Pengguna Jalan Kecele dan Marah-marah

"Sementara sangat sedikit sekali pengusaha yang telah masuk dalam katagori SBU di Cimahi," ujar Didin dalam sosialisasi Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) Gapensi Kota Cimahi di kawasan Cimahi Utara, Selasa (13/10/2021).

Karena aturan baru ini, menurut Didin, pengusaha kontruksi di Cimahi terancam gigit jari tak bisa ikut dalam proyek-proyek lelang. Ini karena masih banyak pengusaha Cimahi yang belum masuk katagori SBU

"Dari 50 pengusaha, mungkin sekitar 10-15 persen saja yang sudah lolos SBU, sisanya belum," katanya.

Artinya, menurut Didin puluhan pengusaha Gapensi Cimahi terancam sulit memperoleh lelang proyek pemerintah jika aturan menjadi acuan. 

"Kami memang keberatan, tapi ini kan aturan pusat, makanya kami akan mengupayakan jalan keluar melalui Pemerintah Kota Cimahi," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved