Breaking News:

Disparbud KBB Bilang Tulang yang Ditemukan Warga di Waduk Saguling Kemungkinan Fosil Hewan Purba

Disparbud Kabupaten Bandung Barat menilai bahwa tulang yang ditemukan warga di Kampung Suramanggala, Cipongkor kemungkinan fosil hewan purba

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Dok Warga
Tulang binatang diduga fosil hewan purba ditemukan seorang nelayan di perairan Waduk Saguling, Kampung Suramanggala Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai bahwa tulang yang ditemukan warga di Kampung Suramanggala, RT 01/01, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kemungkinan fosil hewan purba.

Seperti diketahui, tulang tersebut ditemukan beberapa waktu lalu oleh seorang nelayan di beberapa titik perairan Waduk Saguling yang saat itu air di waduk tersebut sedang menyusut.

Kepala Seksi Sejarah Disparbud KBB, Asep Diki mengatakan, ada kemungkinan benda tersebut memang merupakan tulang dari hewan yang telah lama mati karena bagian Waduk Saguling itu dulunya merupakan danau purba.

"Bisa jadi (fosil hewan purba) karena danau kan sumber air tempat manusia dan hewan zaman dulu berada. Tapi biar lebih pastinya kan harus diteliliti oleh pihak yang berkompeten di bidangnya," ujarnya saat dihubungi, Jumat (8/10/2021).

Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya bakal menggandeng Balai Arkeologi Bandung itu untuk memastikan apakah tulang itu berasal dari hewan purba atau bukan.

"Kebetulan salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) KBB adalah peneliti di sana dan basic pendidikannya arkeologi," kata Diki.

Selain itu, pihaknya juga bakal berkoordinasi terlebih dahulu dengan warga di lokasi penemuan tulang itu supaya mereka mengamankan tulang-tulang yang sudah di temukan oleh mereka.

"Nanti akan kami minta juga dokumentasinya sebagai bahan laporan sebelum dilakukan pengecekan ke lapangan," ujar Asep.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga yang menemukan tulang itu, Jahidin (43) mengatakan, tulang binatang itu ditemukan saat ia tengah berjalan di perairan tersebut untuk menjala ikan, kemudian dia melihat tulang dengan jumlah yang banyak serta bentuk yang berbeda.

"Kemudian saya melaporkan temuan itu kepada salah seorang pengelola wisata perairan Waduk Saguling," ujarnya saat ditemui di lokasi penemuan, Kamis (7/10/2021).

Setelah dilakukan pengecekan bersama-sama, kata dia, ternyata tulang tersebut mirip seperti tulang binatang di antaranya bagian paha, bagian kepala hingga bagian gigi dengan jumlah kurang lebih 20 tulang.

Dia memperkirakan tulang-tulang itu lebih banyak namun sudah dalam keadaan rusak karena area penemuan tersebut sempat digunakan sebagai tambang pasir yang dihentikan tahun 2015.

"Kalau dulu banyak, tapi karena ada tambang pasir, jadi sebagian rusak dan terbawa arus air," kata Jahidin. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved