Orangtua Perlu Waspada, Kanker Jenis Ini Banyak Menyerang Anak Muda
Kanker adalah penyakit yang mulai terjadi pada salah satu organ atau jaringan di tubuh akibat sel abnormal tumbuh tidak terkontrol,
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hingga saat ini penyakit kanker masih menjadi salah satu penyakit yang ditakuti banyak orang. Namun seiring zaman dan perubahan gaya hidup, kasus kanker justru meningkat.
Tak hanya orang dewasa, penyakit kanker saat ini juga sudah banyak menyerang anak-anak.
Bahkan jenis kanker ini justru banyak ditemukan pada kaum muda.
Dikutip dari Grid.Id, kanker merupakan salah satu jenis penyakit mematikan yang ditakuti kebanyakan orang.
Baca juga: Sering Buang Air Kecil Malam Hari, Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Gejala Kanker Prostat
Dikutip dari hellosehat.com, kanker adalah penyakit yang mulai terjadi pada salah satu organ atau jaringan di tubuh akibat sel abnormal tumbuh tidak terkontrol, menyerang area di sekitar atau menyebar ke organ lain.
Penyakit kanker tercatat menyebabkan kematian terbanyak kedua di dunia.
Di antara banyaknya jenis kanker yang sudah diketahui, ada salah satu jenis kanker yang masih terdengar asing di telinga masyarakat kita, yakni sarkoma.
Sarkoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel mesenkim, yakni sel pembentuk jaringan penghubung seperti tulang, tulang rawan, saraf, otot, sendi, dan pembuluh darah.
Sarkoma bukan tumbuh menyerang sel-sel di sekitarnya secara langsung, melainkan mendorong dan menekan struktur pembuluh darah atau jaringan saraf di dekatnya.
Melansir The Healthy lewat kompas.com, kanker sarkoma menjadi salah satu jenis kanker yang sulit terdeteksi sejak dini.
Karena berbentuk seperti lemak, otot, jaringan kulit dalam, tulang dan tulang rawan, kanker ini tidak menimbulkan gejala awal.
Baca juga: Daun Jambu Biji Potensial Atasi Fobia Kanker Mulut? Berikut Hasil Penelitiannya
Kanker sarkoma lebih umum ditemukan pada anak-anak sekitar 15 hingga 20 persen, sementara pada orang dewasa hanya sekitar 1 persen daripada kanker yang lain.
Ahli Bedah Onkologi, Mark Faries, MD, menjelaskan bahwa kanker sarkoma tidak memberikan tanda dalam darah, sehingga sulit terdeteksi.
“Karena dalam banyak kasus mereka tidak terhubung ke permukaan, tumor sarkoma bisa menjadi cukup besar sebelum muncul gejala,” jelas Dr. Faries.
"Biopsi adalah satu-satunya alat diagnostik dan pengobatan, yang umumnya terdiri dari pembedahan jika memungkinkan, karena sebagian besar terapi sistemik yang tersedia saat ini tidak terlalu efektif," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul; Satu Keluarga Harus Waspada! Jadi Penyebab Kematian Terbanyak Kedua di Dunia, Jenis Kanker Ini Justru Lebih Banyak Menyerang Anak Muda!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker.jpg)