Penemuan Mayat di Subang

Hari ke-48 Kasus Subang, Ini Situasi Terkini di TKP Perampasan Nyawa Tuti dan Amalia, Ada yang Beda

Ini kondisi terkini di lokasi perampasan nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Polisi berpakaian biasa mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Polisi hingga kini masih mencoba mengungkap kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Tanggal 18 Agustus 2021, publik dikejutkan dengan ditemukannya jasad Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23).

Mereka ditemukan meninggal di dalam bagasi mobil Alphard.

Sampai saat ini, Selasa (5/10/2021) ini, masih juga belum bisa diungkap oleh pihak kepolisian.

Pantauan Tribun di lapangan pada Selasa ini, lokasi TKP tempat ditemukannya Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) meninggal dunia secara tidak wajar itu masih terpasang garis polisi.

Ada yang berbeda, terlihat saat ini garis polisi tersebut dipasang menjadi dua.

Pada sebelumnya hanya terpasang satu garis polisi saja.

Bukan hanya itu, terlihat juga rumah yang berada di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, itu sudah terlihat sangat kotor.

Lalu terparkir satu mobil jenis BMW milik Yoris (34) anak tertua dari korban Tuti.

Bahkan, apabila malam hari tiba, kondisi rumah tersebut terbilang sangat sunyi.

Bagaimana tidak, di bagian samping serta belakang rumah tersebut hanya lahan kosong.

Dan di bagian belakang terdapat perkebunan yang cukup luas.

Sampai dengan hari ke 48 ini pihak kepolisian masih terus berupaya keras untuk mengungkap kasus yang masih menjadi misteri ini.

Hasil Autopsi Ulang

Polres Subang mengirimkan hasil autopsi jenazah Amalia Mustika Ratu dan ibunya, ke Laboratorium Forensik Polri untuk dilakukan analisa oleh tim penyidik.

Amalia dan Tuti merupakan korban perampasan nyawa di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada 18 Agustus dan hingga Selasa (5/10/2021) kasus perampasan nyawa itu belum terungkap.

Pada Sabtu 2 Oktober 2021, makam Amalia dan Tuti dibongkar untuk keperluan autopsi. 

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengatakan, dalam autopsi kedua ini, penyidik mencari kesesuaian antara bukti yang sudah ada dengan penyebab kematian korban.

"Hasil otopsi itu langsung dikirimkan kepada penyidik, jadi kita tidak sembarangan, dari hasil autopsi itu nanti dilaporkan ke penyidik untuk dievaluasi kembali," ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung Selasa (5/10/2021).

Dari autopsi ini, kata dia, diharapkan ada petunjuk baru yang nantinya akan mengarah pada pelaku.

"Jadi sekarang kita fokus mencari petunjuk, kesesuaian dengan penyebabnya, kematiannya, setelah itu baru kita simpulkan rangkaian penyelidikannya, lalu mengarah ke tersangkanya, jadi kita tidak berandai-andai," katanya.

Sementara terkait hasil autopsi kedua, Kombes Pol Erdi A Chaniago belum dapat menyampaikan kepada publik karena masih menjadi konsumsi internal penyidik.

"Untuk sementara, hasilnya belum bisa kita sampaikan, karena ini masih  dalam konsumsi penyidik, mereka membutuhkan evaluasi, analisa, dan fokus dulu terhadap hasil temuannya," ucapnya.

Temuan Baru

Erdi A Chaniago mengakui ada temuan baru dalam pengungkapan kasus perampasan nyawa anak dan ibu di Subang tersebut. 

Dikatakan Erdi, autopsi dilakukan untuk mencocokan dengan bukti dan petunjuk baru yang dimiliki penyidik.

"Jadi, kenapa kita lakukan autopsi lagi, karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk yang telah kita temukan yang baru dengan penyebab kematian," ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago, saat dihubungi Senin (4/10/2021).

Dari autopsi itu, kata dia, diharapkan adanya petunjuk baru terkait penyebab luka pada tubuh korban sebelum meninggal dunia.

"Kita tentunya ingin melihat lagi luka korbannya itu seperti apa. Apakah berasal dari benda tumpul atau benda tajam atau penyebab lainnya," katanya.

Dari autopsi ini, kata dia, nantinya akan ketahuan apakah korban sempat melakukan perlawanan atau tidak.

"Apakah itu ada perlawanan atau tidak, nanti itu kan dari autopsi kelihatan," ucapnya.

Autopsi ini, kata Erdi, dilakukan oleh tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Jabar dan Polres Subang. Hanya saja, soal temuan baru kasus Subang itu, Kombes Pol Erdi A Chaniago tidak mengungkapnya.

"Tentunya hasilnya seperti apa, itu masih menjadi konsumsi internal penyidik," katanya.

Baca juga: KASUS SUBANG, Sambil Menangis, Yosef Bilang ke Sosok Ini Kalau Tak Bisa Hidup Tanpa Yoris

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved