Jangan Lakukan Hal Ini, Berikut Pantangan Sebelum Vaksinasi Covid-19
bagi yang sedang menunggu jadwal vaksin perlu mempersiapkan diri dengan membaca informasi yang akurat tentang keamanan dan efek samping vaksin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah hingga kini masih gencar melakukan vaksinasi untuk masyarakat. Sasaran utama saat ini adalah mereka yang belum sama sekali mendapat vaksin Covid-19.
Bagi Anda yang belum menerima vaksin atau akan mendapat vaksinasi, tak ada salahnya mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah vaksin.
Persipaan sebelum vaksinasi selain agar tubuh tetap sehat, tentu diharapkan tak ada efek samping akibat vaksin.
Baca juga: Takut Ada Efek Samping Vaksin Covid-19, Coba Konsumsi Makanan Ini Sebelum Berangkat Disuntik
Meski kebanyakan mereka yang divaksin tak mengalami efek samping berlebihan.
Dikutip dari Kontan.Id, bagi kamu yang saat ini sedang menunggu jadwal penerimaan vaksin, perlu mempersiapkan diri dengan membaca informasi yang akurat tentang keamanan dan efek samping vaksin.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan jika kamu memiliki kondisi khusus, seperti menderita penyakit tertentu, konsultasikan dengan dokter.
Dr. Neha Vyas, MD, seorang dokter pengobatan keluarga di Cleveland Clinic mengatakan bahwa kita tidak perlu khawatir tentang vaksin Covid-19 ini.
Yang perlu kita lakukan adalah menghindari hal-hal yang bisa saja menganggu efektivitas dari vaksin.
Baca juga: Perlukah Penerima Vaksin Moderna Mendapat Suntikan Booster? Ini Penjelasan Perusahaan
Daftar pantangan sebelum vaksinasi Covid-19:
- Menunda jadwal dermal filler
Ada baiknya kamu menunda jadwal dermal filler atau perawatan kecantikan lain.
Hal ini untuk mencegah terjadinya pembengkakan pada wajah, yang pernah terjadi pada beberapa orang selama uji coba fase tiga vaksin Moderna.
- Jadwal ulang mammogram (pemeriksaan payudara)
Penemuan terbaru lainnya adalah vaksin Pfizer dan Moderna Covid-19 dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, terutama di sisi tempat suntikan diberikan.
Pembengkakan ini telah disalah artikan sebagai benjolan payudara.
Baca juga: Ilmuwan Tegaskan Vaksin Booster Bukan untuk Masyarakat Umum, Vaksin Covid-19 Efektif Kurangi Gejala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/perkuliahan-tatap-muka-1.jpg)