Breaking News:

Dosis Tunggal Vaksin Johnson & Johnson Memiliki Tingkat Kemanjuran 66,9 Persen Terhadap Gejala Berat

WHO menyatakan vaksin Covid-19 Janssen Ad26.COV2.S (Johnson & Johnson) memiliki kemanjuran dengan satu suntikan dosis.

Editor: Ravianto
clinical trial arena
Ilustrasi vaksin covid-19 Pfizer, Sinovac, Moderna dan AstraZeneca 

FDA mengumumkan dua peringatan pada penggunaan vaksin ini.

Ada laporan kasus langka dari gangguan neurologis sindrom Guillain-Barré pada Juli 2021 yang terjadi pada sebagian kecil penerima vaksin Johnson & Johnson.

Gangguan tersebut terjadi setelah 42 hari pasca vaksinasi.

Tingkat Efektivitas:

Tingkat kemanjuran 72% secara keseluruhan, dan tingkat kemanjuran terhadap penyakit parah 86%.

Vaksin ini mengalami peningkatan kemanjuran sebanyak 9% pada Agustus 2021 setelah suntikan booster pasca enam bulan mendapatkan suntikan pertama.

Namun, peningkatan 9% tersebut belum ditinjau kembali atau dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Johnson & Johnson juga disebutkan menurunkan sedikit potensi terhadap penularan varian Delta.

Pada studi pertama, vaksin ini dinyatakan memiliki tingkat kemanjuran 71% terhadap pasien Covid-19 rawat inap dan hingga 95% efektif terhadap potensi kematian.

2. Vaksin Moderna

Vaksin Moderna mulai digunakan di AS sejak Desember 2020.

Vaksin ini memilik tingkat kemanjuran yang sama tinggi dengan Pfizer dalam mencegah penyakit simtomatik.

Moderna membutuhkan suhu yang lebih dingin dibandingkan Johnson & Johnson.

Pemerintah AS menggunakan vaksin ini sebagai vaksin booster untuk orang yang memiliki tingkat kekebalan tubuh rentan, seperti penerima transpantasi organ, memilk infeksi, dan penyakit lainnya.

Berikut rincian informasi tentang vaksin Moderna:

Status:

Vaksin telah digunkan di beberapa negara seperti AS dan Uni Eropa.

Rekomendasi usia:

- Dewasa 18 tahun ke atas.

- Anak-anak berusia 12 tahun.

Jumlah dosis:

Dua suntikan, dengan jarak 28 hari. Vaksin ini akan efektif setelah dua minggu pasca vaksinasi kedua.

Efek samping:

Kedinginan, sakit kepala, nyeri, kelelahan, dan/atau kemerahan dan pembengkakan di tempat suntikan.

Efek samping tersebut akan hilang dalam satu atau dua hari.

Peringatan Efek Samping Sangka:

Pada sebagian kecil kasus langka, penggunaan vaksin Moderna membutuhkan waktu selama 15 menit setelah mendapat suntikan vaksin ini bagi orang yang sehat, dan selama 30 menit bagi mereka yang memiliki riwayat alergi parah.

Selain itu, ada pula kasus peradangan pada penderita penyakit jantung.

Hal ini disebabkan oleh peradangan otot jantung pada dosis kedua dan akan membaik seiring berjalannya waktu.

Tingkat Efektivitas:

Vaksin ini memiliki tingkat kemanjuran lebih dari 90% dan lebih dari 95% terhadap kasus infeksi Covid-19 yang parah.

Tingkat efektivitas tersebut terjadi setelah 6 bulan pasca vaksinasi pertama.

Moderna juga memiliki tingkat kemanjuran 94,1% dalam mencegah infeksi simtomatik pada orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, untuk orang usia 65 tahun ke atas mendapat tingat kemanjuran 86,4%.

Vaksin Moderna juga dilaporkan memiliki tingkat efektivitas 90% (setelah 14 hari sejak vaksinasi) pada vaksinasi pertama pada tenaga kesehatan AS pada akhir Maret 2021.

Di negara bagian New York, tingkat efektivitas vaksin turun dari 91,7% menjadi 79,8% terhadap infeksi.

Hal itu mendorong pemerintah AS memberikan suntikan booster.

Beberapa penelitian membuktikan vaksin ini dapat melindungi pengguna dari varian Alfa, Beta, Eta, dan Kappa.

Saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut tentang tingkat kemanjuran Moderna terhadap Delta.

3. Vaksin Pfizer-BioNTech   

Pfizer-BioNTech adalah vaksin pertama yang diizinkan oleh FDA untuk digunakan di AS.

Otoritas Darurat AS (EUA) melaporkan data hasil uji klinis awal dari pasien positif yang menunjukkan vaksin Pfizer-BioNTech sangat efektif dalam mencegah penyakit simtomatik.

Vaksin ini sama dengan Moderna, yaitu membutuhkan tempat penyimpanan yang dingin seperti freezer.

Sehingga, proses pendistribusian vaksin ini lebih sulit.

FDA mengesahkan penggunaan Pfizer-BioNTech sebagai vaksin booster pada Agustus 2021.

Berikut rincian informasi tentang vaksin Pfizer-BioNTech:

Status:

Disetujui untuk orang dewasa berusia 16 tahun ke atas di AS, dengan EUA untuk usia 12-15 tahun, dan untuk kelompok usia tertentu di negara lain, termasuk di Uni Eropa (dengan nama Comirnaty).

Rekomendasi usia:

- Dewasa 18 tahun ke atas.

- Anak-anak usia 12 tahun ke atas.

Jumlah dosis:

Dua suntikan, dengan jarak 21 hari.

Vaksin ini akan efektif setelah dua minggu pasca vaksinasi kedua.

Efek samping:

Menggigil, sakit kepala, nyeri, kelelahan, muncul kemerahan dan bengkak di tempat suntikan.

Semua efek samping itu dapat hilang dalam satu atau dua hari.

Penerima vaksin Pfizer-BioNTech dengan efek samping bengkak di area suntikan, wajib istirahat, minum air putih yang banyak, dan mengonsumsi obat-obatan seperti asetaminofen.

Jika gejala tersebut tidak sembuh dalam 72 jam, serta timbul gejala pernapasan, seperti batuk atau sesak napas, segera hubungi dokter.

Peringatan Efek Samping Langka:

Pada sebagian kasus kecil, vaksin ini dapat memicu anafilaksis, yaitu reaksi parah yang dapat diobati dengan epinefrin.

Hal tersebut menjadi dasar dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk mewajibkan penerima vaksin tidak meninggalkan tempat vaksin selama 15 menit setelah vaksinasi.

Sementara untuk orang yang memiliki riwayat penyakit alergi yang parah harus menunggu selama 30 menit.

Tingkat Efektivitas:

Vaksin Pfizer tingkat kemanjuran lebih dari 95% efektif melawan penyakit parah atau potensi kematian dari infeksi varian Alpha dan varian Beta.

Sebuah penelitian di India menemukan tingkat kemanjuran 88% terhadap penyakit simtomatik.

Sementara itu, hasil penelitian di Israel menemukan tingkat kemanjuran 90% terhadap penyakit parah, dan 39% terhadap infeksi ringan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Penanganan Covid-19

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved